Bareskrim Polri Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya di Aceh

Pengungsi Rohingya di Kota Medan, Sumatera Utara, usai melaksanakan solat Idul Fitri 2012. Foto Dok Rienews.com.
Pengungsi Rohingya di Kota Medan, Sumatera Utara, usai melaksanakan solat Idul Fitri 2012. Foto Dok Rienews.com.

RIENEWS.COM – Masuknya pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar ke Indonesia melalui Provinsi Aceh, disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) adanya keterlibatan jaringan perdagangan orang.

“Saya memperoleh laporan mengenai pengungsi Rohingya yang makin banyak yang masuk ke wilayah Indonesia, terutama Provinsi Aceh, terdapat dugaan kuat, ada keterlibatan jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam arus pengungsian ini,” kata Presiden Jokowi merespons arus masuk pengungsi Rohingya pada, Jumat, 8 Desember 2023.

Merespons pernyataan Presiden, Bareskrim Polri menurunkan tim Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Aceh, untuk mengusut dugaan jaringan TPPO terkait kedatangan pengungsi tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, Tim Satgas TPPO Polri masih berada di Aceh melakukan pengusutan masuknya pengungsi dari Myanmar itu.

Artikel lain

Loloskan Gibran Sebagai Cawapres, DKPP Periksa Ketua dan Anggota KPU RI

Dana Kampanye Ilegal, Bawaslu: Peserta Pemilu dan Pilpres Harus Transparan

KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan Digitalisasi Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan

“Bareskrim turun, anggota masih di sana (Aceh) melakukan penyelidikan,” kata Djuhandhani pada Jumat, 22 Desember 2023.

Menurutnya, hasil sementara dari penyelidikan , arus kedatangan pengungsi itu karena penyelundupan orang (people smuggling).

Artikel lain

Bawaslu Dorong Keberanian Masyarakat Lapor Pelanggaran Pemilu 2024

Pembangunan LRT Bali, Saham Pemda 51 Persen Pempus 49 Persen

Lima Kabupaten Kota Jadi Panutan Pengembangan Ekraf Tanah Air

“Tapi, sekarang yang kita dapatkan masih tahap people smuggling, untuk TPPO-nya masih diperdalam,” ujar Djuhandhani. (Rep-02)

Sumber: Humas Polri