Baru Ditambal Dua Pekan, Jalan Udara Rusak Lagi

oleh -1.468 Kali Dibaca
Kondisi Jalan Udara, Kecamatan Berastagi, yang baru ditambal, diperbaiki dua pekan kembali rusak. [Foto | Rienews]

RIENEWS.COM – Baru dua pekan penyisipan aspal lagi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karo, ruas Jalan Udara Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo kembali rusak. Menurut masyarakat setempat, jalan hotmix yang rusak itu ditambal dengan bahan lapisan penetrasi macadam (lapen) pada 8 Juni 2019 lalu.

Padahal jalan tersebut merupakan pintu masuk menuju ke pasar tradisional terbesar Roga Berastagi yang menjadi tempat perdagangan hasil produksi hortikultura Karo. Ruas jalan ini juga merupakan kawasan pergudangan barang ekspor dan pengiriman antar pulau sejumlah komoditi, seperti kol, kentang, tomat, dan sejumlah jenis sayuran lainnya, termasuk jalur evakuasi korban erupsi Gunung Sinabung ke kawasan Berastagi.

Menurut warga sekitar, Glory, kerusakan jalan sudah berlangsung dua pekan lebih. Seharusnya ada beberapa kajian pekerjaan agar lapisan aspal kuat, seperti kajian soal sistem drainase atau pembuangan air yang baik.

Baca Berita:

Impor Sampah ke Indonesia Harus Dihentikan, Terkontaminasi B3

Uang THR Ditahan Kepala Sekolah, Boru Saragih akan Lapor Polisi

“Tampaknya asal jadi saja. Kalau dikatakan pemborosan biaya perawatan, material, dan tenaga kerja, ada yang tersinggung. Tetapi inilah kenyataannya,” ujar Glory, Kamis, 20 Juni 2019.

Sehubungan penambalam di jalan Udara Berastagi, yang juga merupakan jalan lintas penghubung antar Kecamatan Berastagi, Merdeka, dan Simpang Empat.

Kepala Seksi (Kasi) Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas PU Karo, Binar Tarigan membenarkan, percepatan kerusakan dikarenakan masalah drainase. Luapan air parit sebagai penyebab utama rusaknya jalan yang baru disisip.

“Agar tidak berulang, Jalan Udara akan kami kupas bahu jalannya. Bagian yang rusak akan ditambal kembali,” kata Binar.

Anggaran biaya perawatan jalan yang tertampung dalam APBD 2019 hanya Rp 2,5 miliar. Angka itu sudah termasuk perawatan jalan, drainase, pembabatan, dan pengupasan bahu jalan.

“Memang sangat minim untuk keseluruhan jalan di Karo. Tapi mana yang terpenting akan kami prioritaskan.” imbuh Binar. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *