Beda Reaksi Warga Mukomuko dan Mentawai Rasakan Guncangan Gempa 6,0 Magnitudo

oleh -682 Kali Dibaca
Pusat gempa bumi 6,0 Magnitudo yang mengguncang Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Selasa 3 Agustus 2021. [Foto Tangkapan Layar BMKG]

RIENEWS.COM – Gempa berkekuatan 6.0 Magnitudo mengguncang dua wilayah di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat, Selasa 3 Agustus 2021, sekitar pukul 05.48 WIB. Gempa susulan kembali terjadi sekitar pukul 06.01 WIB, dengan kekuatan 5,4 Magnitudo.

Di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, guncangan lindu tersebut tidak membuat panik warga. Sedangkan warga di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, guncangan gempa bumi yang dirasakan menimbulkan kepanikan warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, gempa bumi pertama berpusat di laut, 123 kilometer barat daya Kabupaten Mukomuko, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan dalam skala II-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Mukomuko, II-III MMI di Bengkulu Utara, II MMI di Kepahiang, II MMI di Kota Bengkulu, II MMI di Curup, III-IV  MMI Kerinci, II-III MMI di Padang, II-III MMI di Pariaman.

Gempa susulan kembali terjadi dengan kekuatan 5,4 Magnitudo. Pusat gempa berada di laut, 124 kilometer barat daya Mukomuko, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan lindu dirasakan dalam skala III MMI di Mukomuko, dan skala II MMI di Curup.

Baca Juga:

Penanganan Covid-19, BNPB Kirim 150 Ribu Masker dan 50 Tabung Oksigen ke Papua Barat

Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Bogor dan Sukabumi

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko melaporkan meski guncangan kuat dirasakan namun tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Saat ini situasi telah kembali normal dan belum ada laporan kerusakan serta korban jiwa, meski demikian monitoring kondisi pasca gempa masih terus dilakukan,” kata Muhari.

Berbeda dengan situasi di Mukomuko, masyarakat Kepulauan Mentawai khususnya di pesisir timur Pagai Selatan sempat panik dan keluar rumah saat gempa terjadi.

BPBD Kabupaten Mentawai memantau dampak gempa di 10 kecamatan, namun hanya 5 kecamatan yang dilaporkan merasakan guncangan gempa dengan skala bervariasi. Kelima kecamatan tersebut adalah Sipora Utara dan Sipora Selatan merasakan guncangan pada skala I MMI. Kemudian Kecamatan Pagai Utara, Sikakap dan Pagai Selatan yang merasakan guncangan skala II-III MMI. Namun pada gempa kedua, masyarakat Kecamatan Pagai Selatan merasakan guncangan dengan skala lebih besar yakni III-IV MMI.

Modified Mercalli Intensity atau MMI merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. BMKG menggambarkan IV MMI guncangan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi, sedangkan III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara skala II MMI mendeskripsikan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga berita ini dirilis belum ada laporan korban jiwa di Kepulauan Mentawai. Sementara kerusakan bangunan hanya rusak ringan, karena rata-rata bangunan rumah warga terbuat dari kayu. Menurut laporan tim di lapangan, kondisi saat ini telah kondusif, warga telah kembali kerumah masing-masing.

Sementara itu, BMKG telah merilis informasi kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Catatan BNPB Soal Gempa Bengkulu dan Mentawai

Gempa bumi yang terjadi dua kali di Bengkulu dan Mentawai, hari ini (3 Agustus 2021), menambah panjang catatan gempa yang terjadi di wilayah Bengkulu.

BNPB mencatat beberapa kali gempa di wilayah Bengkulu yang menyebabkan kerusakan rumah warga hingga korban luka-luka. Salah satunya gempa yang terjadi pada 6 Desember 2017. menyebabkan kerusakan 247 rumah warga. Gempa 5,1 Magnitudo dan berkedalaman 10 kilometer ini juga menyebabkan 1 warga luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Belum lama ini warga Kabupaten Mukomuko juga merasakan guncangan kuat gempa 5,0 Magnitudo.  Fenomena gempa berlangsung pada Minggu malam (27 Juni 2021), pukul 22.56 WIB. BPBD Kabupaten Mukomuko melaporkan gempa tersebut membuat panik warga setempat hingga keluar rumah.

Sejarah juga mencatat gempa bumi besar berkekuatan 7,2 Magnitudo pernah mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober 2010, pukul 21.42 WIB. Gempa berlangsung sekitar 30 detik. Gempa juga memicu tsunami dengan ketinggian gelombang bervariasi antara 1 hingga 15 meter yang menerjang kawasan Kepulauan Pagai-Mentawai.

BNPB mencatat gempa dan tsunami Mentawai 2010 menelan lebih dari 400 korban jiwa dan 15 ribu warga harus mengungsi. Dasyatnya tsunami menyebabkan pulau-pulau kecil yang berada di barat Pagai Selatan luluh lantak. Pulau Saumang Kecil, misalnya, terpenggal akibat terjangan tsunami tersebut. Adapun vegetasi pantai, seperti kelapa berikut pasirnya, hanyut dibawa tsunami. Dengan sejarah kejadian kelam gempabumi dan tsunami ini berdampak secara psikologis warga sekitar yang membuat kepanikan saat gempabumi kembali terjadi di wilayahnya.

Namun demikian, menyikapi kejadian gempa yang kerap terjadi, BNPB mengimbau masyarakat Bengkulu, Kepulauan Mentawai dan sekitarnya untuk tidak panik ketika bencana terjadi.

“Selalu siap siaga dan waspada adalah hal yang paling penting. Korban jiwa tidak diakibatkan oleh peristiwa gempa namun reruntuhan bangunan. Di sisi lain, kerusakan rumah warga dapat dipicu oleh faktor struktur rumah tanpa memperhatikan kaidah bangunan tahan gempa. Berbagai upaya kesiapsiagaan akan membantu menekan jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materil. Sementara itu, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul sangat penting bagi warga yang rentan bahaya tsunami,” kata Muhari.

Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi inaRISK untuk melihat potensi ancaman bahaya di sekitarnya. Kabupaten Mukomuko terindentifikasi memiliki 15 kecamatan dengan potensi gempabumi pada kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak lebih dari 170 ribu warga berada pada potensi ancaman bahaya di sejumlah kecamatan tersebut.

Sementara Kepulauan Mentawai terindentifikasi memiliki 1 kecamatan pada kategori sedang hingga tinggi dengan lebih dari 85 ribu warga terpapar potensi ancaman bahaya gempabumi. Kemudian dari sisi kajian risiko bencana tsunami, Mentawai memiliki sebanyak 6 kecamatan pada risiko sedang hingga tinggi dengan lebih dari 28 ribu warga terpapar. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *