Bertemu di Rakornas TPID, Khofifah: Pak Brahmana Semakin Keren Saja

oleh -1.646 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Rismawati br Tarigan. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) X Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019, yang diprakarsai Bank Indonesia, Kamis 25 Juli 2019, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Rakornas X TPID kali ini mengangkat tema; Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif.

Dihadapan para kepala daerah se-Indonesia dan sejumlah menteri, JK mengatakan, tingkat inflasi yang terjaga, pendapatan negara, dan pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto/PDB) menjadi indikator dari kemajuan suatu bangsa. Inflasi juga akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

“Dalam mengukur kemajuan bangsa ada beberapa indikator penting salah satunya PDB, tentunya. Di situ diukur pertumbuhannya. Kedua; inflasi, karena inflasi akan menyebabkan daya beli naik atau turun dan efek-efek lainnya,” ujar JK dalam pembukaan Rakornas X TPID.

Wapres berpesan kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia, mampu memberi semangat kepada para pengusaha untuk meningkatkan produksinya sehingga berdampak pada penciptaan lapangan pekerjaan.

Menanggapi pesan Wapres JK, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan akan menghidupkan kembali kegiatan  Sistem Resi Gudang (SRG), berupa penyimpanan jagung  untuk  menjaga keseimbangan antara kenaikan harga dengan pendapatan petani, maupun kebutuhan konsumen, demi penguatan ekonomi yang inklusif.

“Kita tahu, SRG yang berada di Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga ini sudah lama tidak berfungsi. Seingat saya sudah hampir 2 tahun tidak difungsikan sebagaimana mestinya oleh Dinas Koperindag. Tadi sudah kita ingatkan Kabag Perekonomian (Rismawati br Tarigan), supaya menjadi fasilitator dan berkolaborasi dengan Koperindag,” ujar Terkelin.

Baca Berita:

Polsekta Berastagi Sita 2 Mesin Judi

PKK Karo Raih Juara Nasional Pakarti Utama II Kabupaten Terbaik

Kalau perlu, akhir  Juli ini, kata Terkelin, diusahakan sudah meninjau SRG.

“Ini agar apa kendala di lapangan kita tahu dan secepatnya kita segera aktifkan kembali. Kita berharap menjaga keseimbangan itu dengan menjaga distribusi, produksi, dan berarti kita menjaga kemakmuran masyarakat,” tegasnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Rismawati br Tarigan turut mendampingi Bupati Karo menghadiri Rakornas X TPID, membenarkan jika SRG (Sistem Resi Gudang) dihidupkan di Desa Simolap adalah suatu potensi mendongkrak pengendalian inflasi.

“Ini merupakan salah satu penilaian ke pusat jika pengelolaan SRG dihidupkan kembali. Selain itu membantu masyarakat. Sedangkan dana modal penyertaan sudah ada di koperasi sebesar Rp250 juta. Tinggal secara regulasi kita tata ulang,” jelasnya.

Di samping itu, Bank Indonesia otomatis akan berperan memberikan CAS (Controlled Atmosphere Storage) seandainya SRG dihidupkan kembali.

“Sebab mereka akan langsung memberikan dorongan untuk membantu segala kegiatan SRG (penyimpanan jagung),” ungkap Rismawati.

Di sela mengikuti Rakornas X TPID, Bupati Karo Terkelin Brahmana bertemu dan bercengkrama dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pembicaraan kedua kepala daerah, menyikapi inflasi.

Menurut Khofifah, penting untuk menghidupkan BumDes (Badan Usaha Milik Desa), dan koperasi.

“BumDes dan koperasi adalah tolak ukur untuk pengendalian inflasi. Apalagi ada yang dikelola koperasi tidak berfungsi,” ujar Khofifah.

Dalam pertemuan itu, mantan Menteri Sosial tersebut memuji penampilan Bupati Karo Terkelin Brahmana.

“Saya lihat Pak Brahmana ini semakin keren saja. Sama seperti dulu, sewaktu saya berkunjung ke Karo semasa Menteri Sosial. Tetap keren dan eksis,” puji Khofifah sembari mengembangkan senyum. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *