BNPB Rilis 23 Pendaki Meninggal Dunia Dampak Erupsi Gunung Marapi

Tim pencari dan pertolongan Polda Sumatera Barat mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Marapi. Foto humas.polri.go.id.
Tim pencari dan pertolongan Polda Sumatera Barat mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Marapi. Foto humas.polri.go.id.

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis daftar nama pendaki Gunung Marapi yang meninggal dunia dampak letusan pada Minggu, 3 Desember 2023. BPBD Kabupaten Agam masih membuka posko tanggap darurat diperuntukkan bila ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga.

Saat kejadian, dilaporan sebanyak 75 pendaki berada di Gunung Marapi berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut. Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, berstatus Waspada atau Level II.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, menyatakan, erupsi Gunung Marapi pada Minggu, 3 Desember 2023, pukul 14.54 WIB, letusan eksplosif dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak atau 5.891 meter di atas permukaan laut.

Artikel lain

Puluhan Pendaki Gunung Marapi Terjebak Letusan, 11 Pendaki Tewas

Prudential Indonesia dan Prudential Syariah Dukung Literasi Keuangan bagi Perempuan

DPR Sahkan Perubahan Kedua UU ITE

Dari 75 pendaki, 52 orang selamat dan 23 pendaki meninggal dunia. Berikut daftar korban meninggal dunia dampak erupsi Gunung Marapi yang dirilis BNPB pada Kamis pagi, 7 Desember 2023.

  1. Muhammad Adan (21 tahun)
  2. Muhammad Teguh Amanda (19 tahun)
  3. Nazahra Adzin Mufadhol (22 tahun)
  4. Muhammad Alfikri (19 tahun)
  5. Nurva Afitri (27 tahun)
  6. M. Wilki Syaputra (20 tahun)
  7. Divo Suhandra (26 tahun)
  8. Afranda Junaidi (26 tahun)
  9. Wahlul Alde Putra (19 tahun)
  10. Riski Rahmat Hidayat (20 tahun)
  11. Reyhani Zahra Fadli (18 tahun)
  12. Filhan Alfiqh Faizin (18 tahun)
  13. Aditya Prasetyo (20 tahun)
  14. Yasirli Amri (20 tahun)
  15. Irfandi Putra (21 tahun)
  16. Muhammad Iqbal (23 tahun)
  17. Ilham Nanda Bintang (21 tahun)
  18. Novita Intan Sari (39 tahun)
  19. Lenggo Baren (19 tahun)
  20. Zikri Habibi (19 tahun)
  21. Liarni (22 tahun)
  22. Frengki Chandra Kusuma (23 tahun)
  23. Siska Alfina

“Semua korban sudah ditemukan. Dengan begitu untuk pencarian dan pertolongan yang dikomandoi rekan Basarnas, sesuai hasil rapat evaluasi tadi dan sudah ditemukan, operasi SAR kita tutup,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Ichwan Pratama Danda.

Kendati demikian, lanjut Ichwan, BPBD Kabupaten Agam akan tetap mengaktifkan posko tanggap darurat. Pembukaan posko tersebut bertujuan agar apabila ada pihak yang masih mencari anggota keluarganya dapat berkoordinasi lebih lanjut di posko tersebut.

Artikel lain

KPU: Debat Capres Tiga Kali, Debat Cawapres Dua Kali

Bengis, Israel Membombardir Gaza 178 Warga Palestina Tewas

Tenaga Honorer 5 Tahun Kerja Harus Diangkat PPPK Tanpa Tes

“Tapi untuk BPBD, posko tanggap darurat masih akan kita aktifkan dalam situasi darurat ini, karena mana tahu ada keluarga yang mencari anggota keluarganya maka bisa mencari ke sini (posko) dengan membawa data valid. Kami sarankan apabila ada yang mencari untuk datang ke posko karena kalau lewat telepon rawan miskomunikasi,” imbuh Ichwan. (Rep-02)