BNPB Siapkan Opsgab Pemulihan Kawasan Tambang Emas Ilegal di Sumbar

oleh -172 Kali Dibaca
Kepala BNPB Doni Monardo saat meninjau kawasan tambang emas ilegal di Kabupaten Dharmasyara, Sumatera Barat. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan menyiapkan operasi gabungan (Opsgab) pemulihan kawasan dan pencegahan dampak tambang emas ilegal di Kabupaten Dharmasraya dan Silokek di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyatakan Selasa siang (hari ini), 12 November 2019, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menggelar rapat koordinasi di Gedung BNPB, bersama Gubernur Sumbar dan Jambi beserta Bupati Dharmasraya, Sijunjung, Solok Selatan, Bungo, Tebo, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan wali kota Jambi. Pangdam I Bukit Barisan, Pangdam II/ Sriwijaya, Kapolda Sumbar, Kapolda Jambi, Danrem 032/Wirabraja, Danrem 042/ Gapu Jambi serta para Dirjen di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR serta Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri.

Rakordimaksudkan untuk persiapan  operasi gabungan pemulihan kawasan dan pencegahan dampak tambang emas liar di Kabupaten Dharmasraya dan Silokek.

Operasi ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan Doni Monardo ke Bukit Mindawa di Kabupaten Dharmasraya dan Silokek.

Dalam kunjungannya bersama Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Doni Monardo menyebutkan, terdapat kerusakan lingkungan bekas tambang emas liar di Bukit Mindawa dan sekitarnya. Kondisi itu berdampak pada kerusakan ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Baca Berita:

Avrist Pahlawan Proteksi Masa Kini

Alumni Bandung Komit Kontribusi Pemikiran Untuk Kemajuan Karo

“Maka dipandang perlu melakukan pemulihan kawasan dan pencegahan terhadap potensi dampak lingkungan lainnya yang dilakukan bersama pemerintah, Pemda, TNI dan Polri,” kata Monardo.

Jenderal TNI bintang tiga asal Sumbar itu, melihat langsung kawasan bekas pertambangan emas ilegal yang menggunakan merkuri sehingga menyebabkan rusaknya lingkungan. Di kawasan tersebut mengalir sungai dari Kabupaten Solok Selatan hingga melintasi Kabupaten Dharmasraya, sehingga dampaknya bisa meluas.

Pencemaran merkuri akan berdampak pada tremor, gangguan  motorik, kekebalan tubuh, gangguan syaraf, ginjal dan paru-paru, serta iritasi kulit, mata dan saluran pencernaan.

Perempuan hamil terpapar merkuri akan melahirkan anak dengan IQ rendah.

“Seperti yang kita saksikan, telah banyak tanaman dan pohon yang sudah dicoba untuk ditanam di lokasi ini, namun sudah 12 tahun tidak ada satupun yang berhasil tumbuh,” ujar Doni saat meninjau lokasi bekas tambang emas ilegal.

Mantan Komandan Paspampres yang berhasil memulihkan kawasan Sungai Citarum, Bogor, Jawa Barat, menyarankan Bupati Dharmasraya memberikan pupuk kompos dari kotoran sapi agar tanah kembali subur.

“BNPB akan membantu dengan tanaman vetiver dan aneka bibit pohon yang sesuai dengan kondisi tanah di sini. Tanaman vetiver sudah terbukti dapat tumbuh subur di pinggir sungai seperti di sungai Citarum Jawa Barat dan mampu mereduksi merkuri,” ungkap Doni.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska mengatakan, pihaknya menyambut baik ajakan BNPB tersebut dan akan langsung aksi untuk menyebarkam pupuk kandang dan kompos.

“Kepada semua komponen di daerah untuk menjaga lingkungan dan tidak merusak lingkungan, karena akan berdampak bagi generasi berikutnya,” ucap Sutan.

Sementara itu Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar M Zuhrizul mengapresiasi langkah cepat Kepala BNPB yang akan melakukan operasi gabungan untuk pemulihan dan pencegahan dampak tambang emas ilegal.

“Kegiatan FAJI bersama Pemkab Sijunjung dalam menggelar Arung Jeram Silokek Geopark yang dihadiri puluhan wisatawan mancanegara dan ribuan pengunjung domestik juga tidak lepas dari dukungan Pak Doni Monardo dan juga Kapolda Sumbar. Air sungai yang dijadikan lokasi arung jeram sekarang sudah lumayan bersih. Mungkin para pelaku tambang liar mengetahui kedatangan beliau ke Sijunjung kemarin, dan tidak berani lagi melakukan aktivitas tambang di hulu,” katanya.

Jika air sungai tersebut selalu bersih, Zuhrizul yakin akan lebih sering lagi ada kompetisi arung jeram dan wisatawan juga nyaman berkunjung ke Silokek yang memiliki banyak potensi wisatawa kelas dunia.

“Kami akan selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan beliau (Doni Monardo) karena sangat peduli terhadap lingkungan dan kemajuan sektor pariwisata daerah,” pungkas Zuhrizul.(Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *