Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

oleh -364 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COM – Peristiwa bom bunuh diri terjadi di dalam markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan, Jalan HM Said, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu 13 November 2019, sekitar pukul 08.35 WIB.

Kepolisian hingga kini masih menelusuri identitas terduga pelaku bom bunuh diri, jenis dan daya ledak bom yang digunakan pelaku serta jaringan pelaku.

Bom bunuh diri berlangsung di saat masyarakat tengah mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk keperluan CPNS di dalam areal Polrestabes Medan.

Pelaku bom bunuh diri satu orang, tewas di lokasi kejadian. Aksi bom bunuh diri itu juga melukai empat personel Polrestabes Medan, satu pekerja harian lepas, dan satu warga.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan persnya, menyatakan, saat ini Detasemen Khusus (Densus) 88 dan INAFIS melakukan olah tempat kejadian perkara.

Baca Berita:

Sudah 462 Ekor Babi di Karo Mati Terjangkit Hog Cholera, Kerugian Rp900 Juta

Iriani Tarigan Sah Duduki Kursi Ketua DPRD Karo

“Untuk betul-betul memastikan identitas pelaku dengan pengambilan sidik jari. Dalam waktu tidak lama identitas pelaku dapat dilakukan,” katanya.

Densus 88 dan INAFIS mengumpulkan seluruh partikel dari ledakan di lokasi TKP untuk dianalisis jenis dan daya ledak bom.

“Untuk ketahui (jenis bom) high atau low explosive,” kata Dedi.

Dedi menegaskan, saat ini penyidikan masih dilakukan dan juga mendalami jaringan pelaku.

“Apakah pelaku jaringan JAD, semua masih berproses. Densus 88 masih bekerja di lapangan,” ujarnya.

Pasca aksi bom bunuh di Polrestabes Medan, situasi keamanan masih kondusif.

“Yang perlu disampaikan bahwa pada hari ini pukul 08.45 WIB, telah terjadi dugaan ledakan bom di halaman Polrestabes Medan. Kejadian itu mengejutkan, pengamanan dimaksimalkan di seluruh Polres-Polres kemudian Polda. Tadi pagi, sebelum terjadi ledakan seluruh masyarakat yang akan masuk ke areal dilakukan upaya pengeledahan dan pemeriksaan maupun barang-barang yang dibawa,” ujar Dedi.

Pelayanan kepada masyarakat, sebut Dedi, tetap dilakukan.

“Tetap dilakukan layanan di Polsek-Polsek terdekat untuk masyarakat (mengurus) SKCK untuk keperluan CPNS,” katanya.

Tangkap Jaringan JAD

Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, Densus 88, kemarin, menangkap WJ terduga teroris yang terlatih, ahli merakit bom yang terafiliasi dengan JAD.

“Perlu disampaikan bahwa Densus 88 kemarin  menangkap satu tersangka teroris terlibat dalam jaringan JAD. Tersangka WJ,  pernah latihan di Moro, angkatan pertama, memiliki keahlian merakit bom, dan ikut perang di suriah, yang bersangkutan saat ini masih dalam pemeriksaan Densus 88, apakah memiliki jaringan dengan pelaku lainnya,” kata Dedi. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *