Bupati Hadiri Musrenbang Kecamatan Kabanjahe

oleh -2.507 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana menghadiri Musrenbang tingkat Kecamatan Kabanjahe, Kamis 31 Januari 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis 31 Januari 2019. Musrenbang digelar di Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, di Kelurahan Gung Negeri.

Terkelin mengingatkan agar dalam pembahasan Musrenbang Kecamatan Kabanjahe, memasukkan isu skala prioritas, di antaranya masalah kebersihan dan drainase.

“Pesan ini  saya ulang karena ini adalah  pesan Kemenkomaritim beberapa minggu yang lalu di Balige, terkait kabupaten sekitar Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional),” tegas Terkelin.

Tampak hadir dalam Musrenbang Kecamatan Kabanjahe, anggota DPRD Karo Mansur Ginting, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Chandra Tarigan, Kadis Kesehatan Irna Safrina milaa, Camat Kabanjahe Frans Leo Surbakti, Lurah Gung Negeri, dan para kepala lingkungan.

Kepada peserta Musrenbang, Bupati Karo menegaskan, agar mengutamakan agenda kebersihan.

Baca Berita: Jalan Tol Medan-Karo, Bupati Karo Kembali Surati Kementerian PUPR

“Saya tegaskan ulang agar para peserta yang hadir utamakan agenda untuk kebersihan. Sebab lingkungan kita tidak bersih akan timbul  penyakit dari parit-parit atau drainase yang sumbat, menjadi sarang nyamuk,” imbuh Terkelin.

Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi mengungkapkan, banyak program kerja yang disampaikan oleh para kepala lingkungan untuk tahun 2019 dalam Musrenbang.

“Kita akan menargetkan di Tahun 2020 connecting drainase tuntas. Artinya setiap parit satu sama yang lainnya berhubungan dan jelas pembuangannya. Begitupun saya mengharapkan para Kepling berperan aktif untuk mempersatukan masyarakat,” kata Nasib.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman, Chandra Tarigan menyebutkan akan mensurvei lokasi saluran air yang tersumbat.

“Segera mensurvei lokasi saluran air yang sumbat dan tergenang. Diminta para kepling lakukan pendataan dan kirim ke kami, agar dapat kami tindaklanjuti. Sebab ada anggaran rumah tidak layak huni di Dinas Perkim,” katanya.

Solusi sementara mengatasi genangan air di beberapa wilayah, sebut Chandra, ia meminta para kepala lingkungan  supaya air dialirkan kepada tanah warga yang bersedia dijadikan penampung, resapan air.

“Solusi kedua, dibuat sumur serapan  dan  biopori,” tegas Chandra. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *