RIENEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin 30 April 2018, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional yang dihadiri 516 kepala daerah se-Indonesia, di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
Pembukaan Musrenbang Nasional 2018 dilakukan Presiden Jokowi didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro tersebut dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RPK) Tahun 2019.
Bupati Karo Terkelin Brahmana menghadiri Musrenbang Nasional 2018, mengungkapkan, Musrenbang Nasional bertujuan untuk melakukan sinkronisasi dan penajaman program kegiatan prioritas Nasional pada kementerian, lembaga, dan Pemerintah Daerah.
KLIK: Bupati Karo-DPPT OPDHI Bahas MoU Bidang Hukum
Terkelin mengutip pernyataan Menteri PPN, menyatakan, Musrenbangnas 2018 dan penyusunan RKP 2019 telah menggunakan prinsip money follows program dan asas manfaat serta perencanaan dengan pendekatan holistik-tematik , terintregrasi, dan berbasis spesial.
Sasaran skema Musrenbangnas yakni pencapaian pembangunan Nasional, sasaran ekonomi makro, pokok-pokok RKP 2019, RKP dalam peta dan KPBU ( Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha), dan PINA (Pembiayaan Infrastruktur Non Anggaran Pemerintah.
Didampingi Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Terkelin mengatakan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berencana mengunjungi Kabupaten Karo untuk mengecek pembangunan seputar Danau Toba.
Ditambakannya, sistem perencanaan pembangunan daerah, perencanaan partisipatif diwujudkan antara lain melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi.
Di mana rancangan rencana dibahas dan dikembangkan bersama semua pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan berasal dari semua aparat penyelenggara Negara; eksekutif, legislatif, dan yudikatif, masyarakat, kaum rohaniwan, pemilik usaha, kelompok profesional, organisasi non-pemerintah, dan lain-lain. (Rep-01)






