Bupati Karo Kesal Dengan BBPJN Dalam Atasi Banjir

Bupati Karo Terkelin Brahmana (tiga kanan) saat meninjau pekerjaan pengorekan parit di jalan nasional yang dilakukan BBPJN Wilayah 3, Sumatera Utara, Senin 26 November 2018. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah 3, Sumatera Utara, serius melakukan perbaikan drainase di sisi jalan Nasional yang berada di Kabupaten Karo. Hal ini mengingat, setiap turun hujan, sejumlah kawasan jalan berstatus Nasional di Kabupaten Karo tergenang air.

Desakan orang nomor satu di Kabupaten Karo itu, merespons keluhan warga Karo terhadap genangan air yang terjadi setiap hujan turun.

Bersama sejumlah pejabat, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Senin 26 November 2018, meninjau pekerjaan pengorekan parit (drainase) di Jalan Jamin Ginting, KM 60, Kabanjahe-Berastagi.

Ditegaskan Terkelin, kondisi jalan acap tergenang air setiap hujan turun. Terutama di depan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karo.

Baca Berita: Peringatan HKN Provinsi Sumut Digelar di Berastagi

Kondisi ini sudah menjadi keluhan warga, karena setiap hujan, badan jalan selalu tergenang setinggi lutut orang dewasa dan membentuk danau.

“Untuk itu paritnya dikorek lebih dalam lagi, kalau boleh korek sedalam-dalamnya. Apabila hujan turun dapat mengimbangi volume air, terlebih di kawasan kantor  itu  paritnya lebih tinggi dari parit yang berada di depan Hotel Sweet Pakar,” kata  Terkelin saat meninjau pekerjaan pengorekan parit.

Didampingi Kadis PUPR Karo Paten Purba, Kepala Bappeda Nasib Sianturi dan anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting, Bupati Karo menyaksikan langsung pekerjaan pengorekan parit.

Disebutkan Terkelin, supaya air yang selama ini menggenang badan jalan, dan membentuk danau kecil bila hujan turun di kawasan Hotel Sweet Pakar, pihak BPPJN harus melakukan pengorekan parit lebih dalam lagi.

Dalam peninjauan itu, Bupati Karo menyarankan BBPJN Wilayah 3, mengerahkan alat berat agar pengorekan parit lekas selesai.

“Supaya lebih cepat pengerjaannya pakai alat berat. Untuk memperlancar pengerjaannya Pemkab Karo bersedia meminjamkan alat beratnya melalui Dinas PUPR  kepada pihak BBPJN bila diperlukan,” tegas Terkelin.

Bupati mengungkapkan, sudah berulangkali berkoordinasi dnegan BBPJN dalam mengatasi banjir di badan jalan KM 60 di Desa Raya yang meliputi Kabanjahe-Berastagi. Sebab, kata Terkelin, Pemerintah Kabupaten Karo selalu disalahkan. Padahal, BBPJN belum maksimal mengatasi banjir di badan jalan nasional tersebut.

“Kita sangat mengharapakan khusus di kawasan jalan KM 60 Kabanjahe-Berastagi ini, bebas dari banjir paling tidak di pengujung tahun menyambut Natal 2018 dan Tahun Baru kawasan itu tidak ada lagi cerita banjir,” tegas Terkelin Brahmana.

Menurut Terkelin Brahmana, saat Simon Ginting menjabat PPK pada BBPJN, tidak pernah terjadi genangan air di badan jalan nasional,KM 60.

“Di era Simon Ginting ditugaskan BBPJN sebagai PPK di jalan nasional itu, hampir tidak  pernah terjadi banjir. Kok, sekarang malah menjadi sering banjir, di mana salahnya,” kata Terkelin.

Pengawas Pekerjaan Pemeliharaan Drainase Jalan Nasional BBPJN, Rudi Tambunan menyatakan kesiapannya mengerahkan alat berat. Hanya saja, kata Rudi, pengerahan alat berat tersebut lebih dulu disampaikan kepada atasannya.

“ Saya yakin penggorekan parit menggunakan alat berat pasti terlaksana. Karena banjir di depan Hotel Sweet Pakar ini sudah lama menjadi masalah. Kita tunggu sajalah, mudah-mudahan dalam seminggu ini banjir yang sering terjadi di kawasan ini segera dapat teratasi, paling tidak habis kontrak kerja 15 Desember mendatang masalah banjir ada solusinya,” kata Rudi Tambunan.

Anggota DPRDKaro Thomas Joverson mendukung sikap Bupati Karo dalam mengatasi banjir di badan jalan nasional.

“Karena parit yang menyebabkan permasalahan banjir selama ini. Kalau dikorek lebih dalam lagi air yang mengalir melalui  drainase akan menjadi lancar, tidak ada lagi parit yang sumbat,” kata Thomas.

Senada dengan Bupati Karo, dua warga Kabanjahe-Berastagi, Lopiga Ketaren dan Dison Girsang meminta BBPJN segera mengambil langkah serius penanganan banjir di kawasan  pemukiman mereka.

“Kalau perlu lahan tempat pembuangan sampah atau limbah parit silakan gunakan lahan saya yang berada di tepi jalan,” kata Dison Girsang. (Rep-01)