Bupati Karo Serap Aspirasi Mantan Pejabat dan Tokoh Agama

oleh -2.908 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Wakil Bupati Cory Serawaty Sebayang melakukan blusukan ke kedai kopi. [Foto Rienews.com]

RIENEWS.COMDalam membangun Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, yang dikenal dengan julukan Tanah Karo Simalem. Bupati Karo Terkelin Brahmana kerap mendengarkan, menyerap aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat.

Kegiatan menyerap aspirasi ini kembali dilakukan Bupati Karo pada Sabtu malam, 28 Juli 2018, di rumah DD. Sinulingga, Jalan Letnan Rata Perangin-Angin, Kabanjahe.

Diskusi bertema; Merajut Kebersamaan dan Keakraban, dihadiri Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karo Timotius Ginting, tokoh masyarakat, dan Ketua Moderamen GBKP Pdt. Agustinus Purba.

DD Sinulingga yang pernah menjabat selama dua periode sebagai Bupati Karo, menyinggung soal memudarnya budaya lokal Karo, penyakit menular HIV/Aids, dan keberadaan rumah singgah. Selain itu, DD. Sinulingga juga mengungkapkan pentingnya nasionalisme, dan pencengahan paham radikalisme.

Ketua Moderamen GBKP Pdt. Agustinus Purba menyatakan dukungan penuh atas topik bahasan dalam diskusi yang juga turut dihadiri istri Bupati Karo, Ny Sariati Terkelin Brahmana, dan istri DD. Sinulingga.

Baca Berita: Gempa Lombok, 10 Orang Meninggal Termasuk WN Malaysia 

Berita Populer: Warga Kandibata Pertanyakan Alas Hak Ganti Rugi Lahan PLTA Sungai Lau Biang

“Kami juga mengapreisasi Bupati Karo sudah meluangkan waktunya, malam ini, datang berkumpul berdiskusi. Berbagi pengalaman, solusi, sehingga menambah keakraban. Mudah-mudahan ke depan Pemkab Karo dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan instansi terkait, membangun Tanah Karo,” ujar Agustinus.

Dalam diskusi yang penuh keakraban itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana  memberkan respons atas masukan dari mantan Bupati Karo dan para tokoh yang hadir.

“Semua masukan yang ada tadi, sangat kita apreaisasi.  Apa yang disampaikan, seperti Pak DD. Sinulingga, sudah paham pemerintahan, dalam bekerja,” kata Bupati Karo.

Ditegaskan Terkelin,  ada beberapa poin yang disebutkan tadi, sudah dialankan Pemkab Karo.

“Misalnya, memudarnya budaya Karo. Sekarang sudah ada lembaga Lakonta,  yang aktif  untuk mengurusi memulihkan terkait budaya Karo. Selain itu , paham radikalisme yang merongrong NKRI, membuat rasa nasionalisme dan rasa kebangsaan mulai tergerus. Hal ini juga sudah disosialisasikan bersama Polres Karo  dengan mengajak masyarakat Tanah Karo, anak SMA , ASN, TNI, Polri, menonton bersama , nonton bareng (film) 22 Menit. Isi dalam film tersebut menolak paham radikalisme dan terorisme. Khususnya Kabupaten Karo tidak ada kata selain tolak dan bumi hanguskan,” tegas Bupati Karo.

Tentang rumah singgah, hal itu akan menjadi pemikiran bagi Pemkab Karo.

“Nanti Pemkab akan memikirkannya seperti apa bentuknya. Sedangkan untuk HIV/AIDS, pihak Moderamen GBKP sudah lama menggaungkan pemberantasan penyakit masyarakat tersebut agar ditangani  dan dibersihkan secara serius. Sebab penyakit ini kabarnya sudah ada yang mengidap dan  menetap di Karo, dan dugaan sementara ingin ditularkan sebagai balas dendam. Nah, jika info dugaan ini benar, maka akan menjadi atensi Pemkab Karo sekaligus bagi OPD yang membidangi tupoksinya ini akan menindaklanjutinya,” pungkas Bupati Karo Terkelin Brahmana. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *