Bupati Karo Siapkan 98 Hektar Lahan Ujicoba Pertanian Sistem ZBNF

oleh -1.353 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana saat mengikuti Zero Budget Natural Framing (ZBNF) di Kota Andhra Pradesh, India, Jumat 22 Maret 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana bertekad untuk menerapkan pertanian sistem Zero Budget Natural Framing (ZBNF) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Guna mewujudkan itu, Terkelin Brahmana menyediakan 98 hektar lahan di Desa Rumamis, Kecamatan Barus Jahe.

Hal itu disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana dari Kota Andhra Pradesh, India, dalam rangka mengikuti program ZBNF. Turut serta dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pertanian Karo Sarjana Purba.

Di hari ketiga pelaksanaan program ZBNF, Jumat 22 Maret 2019, peserta mendengarkan paparan pembicara ZBNF, T. Vijar Kumar juga Advisor Government of Andhra Pradesh.

Mengutip penjelasan pembicara ZBNF, Terkelin menyatakan perusahaan pertanian transnasional semakin menguasai pertanian dan petani dunia. Di India sendiri, program ZBNF dinilai sukses menghalau invasi perusahaan agrobisnis transnasional.

“Solusi ZBNF sangat tepat hadir di tengah-tengah petani. Dengan cara melawan sistem global yang sangat menyengsarakan petani. Walaupun ZBNF tidak “menyalahkan” perusahaan-perusahaan agribisnis transnasional tersebut, akan tetapi ajaklah petani kita  jangan pernah mau menggunakan produk-produk input pertanian dari perusahaan tersebut,” sebut Terkelin mengutip pembicaa ZBNF, Vijay Kumar.

Baca Berita: Kreativitas Duo Alumni IPB Bikin Air Terjun Sikulikap Kian Asri

Baca Juga: Ini Saran Pakar Geologi UGM Cegah Longsor Susulan di Bantul

Vijay melanjutkan, dalam praktiknya ZBNF di lahan pertanian selalu  berusaha meminimalkan penggunaan biaya yang biasanya berasal dari pupuk kimia, pestisida, benih GMO (Genetically Modified Organisms), upah dan lainnya.

“Selain itu yang paling penting dalam ZBNF oleh petani, memanfaatkan  segala  yang ada di sekitar lingkungan dan lahan sebagai petani. Itulah namanya zero budget,” tegas Terkelin.

Bupati menyatakan, pengetahuan yang diperoleh di ZBNF akan diujicobakan di Kabupaten Karo.

“Ke depan apa yang kita dapat, pengetahuan terkait ZBNF ini maka kita akan terapkan, ujicoba di lahan yang akan kita sediakan. Untuk menguji kemampuan (sistem) ZBNF di India sangat populer dan menghasilkan hasil pertanian lebih 2 kali lipat hasilnya. Sehingga petani di India dianggap oleh seluruh dunia sukses atas menerapkan ZBNF,” kata Terkelin.

Terkelin menegaskan menyediakan lahan seluas 98 hektar untuk melakukan ujicoba pertanian sistem ZBNF.

“Untuk lahan sudah ada di Desa Rumamis, lahan tidur seluas 98 hektar. Sebelum kita berangkat ke India Kepala Desa Rumamis, Kecamatan Barus Jahe, sudah menawarkan  lahan tersebut agar kita gunakan,” ungkap Terkelin.

Kepala Desa Rumamis, Jasa Sitepu menyatakan mendukung program Bupati Karo dalam pemanfaatan lahan tidur di Desa Rumamis.

“Kita sudah kirim video (menggunakan drone) dan sudah kita sampaikan melalui Staf Bupati untuk diteruskan kepada Bupati Karo. Lahan tidur tersebut seluas sekitar 98 hektar. Apabila Pemkab Karo memakainya sebagai lahan penguatan pangan, kami mendukung penuh. Baik program ZBNF, itu tergantung Pemkab Karo. Kita berikan, sebab sejak awal sudah kita infokan bahwa lahan ini layak untuk dikelola Pemkab Karo. Kita siap mendukung,” pungkas Jasa. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *