Diguyur Hujan, Bupati Karo dan Plt Dirut PDAM Pimpin Perbaiki Pipa

oleh -913 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Plt Dirut PDAM Tirta Malem Jenora Tarigan, Senin 1 April 2019, memimpin perbaikan pipa yang bocor di kawasan Gang Garuda, Kabanjahe. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Meski diguyur hujan, Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Pelaksana tugas (Plt) Dirut PDAM Tirta Malem Jenora Tarigan (efektif menjadi Plt sejak 28 Maret 2019) tetap memimpin perbaikan pipa PDAM di Gang Garuda, Kecamatan Kabanjahe, Senin 1 April 2019, sekitar pukul 14.00 WIB.

Bupati menyebutkan, ada dua titik lokasi pipa PDAM Tirta Malem yang bocor.

“Di Gang Garuda, Kabanjahe, sesuai laporan Plt Dirut PDAM, sehingga dilakukan pengecekan dan mengajak Plt Dirut PDAM Tirta Malem turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan, agar tidak terkesan di mata masyarakat terjadi pembiaran berhari-hari selama ini,” ujar Terkelin.

Dikatakannya, pergantian Dirut PDAM Tirta Malem didasari masalah teknis kepemimpinan.

“Sebenarnya masalah teknis kepemimpinan di tubuh PDAM. Dirut yang lama mengetahui hal tersebut tidak langsung merespons. Dan mekanik PDAM tidak dapat bekerja, tidak ada perintah atasannya. Ini laporan kita terima,” ungkap Terkelin.

Terkelin mengajak Jenor Tarigan sebagai Dirut PDAM Tirta Malem meninjau kondisi ke lapangan.

Baca Berita:

Menko Maritim Respons Program Pembangunan Bupati Karo

Bupati Karo Hadiri Supervisi TP PKK Provsu Untuk Desa Percontohan  

“Kita respons dan ajak Pelaksaan tugas Jonara Tarigan ke lapangan walaupun hujan turun, bukan menjadi halangan untuk bekerja. Karena air yang tumpah ini juga mengganggu akses kendaraan lewat maupun orang yang sedang melintas, akibat semprotan air dari pipa bocor sangat deras,” imbuh Terkelin.

Jonara Tarigan menyatakan langsung merespons dan mengajak para mekanik PDAM turun ke lapangan mendampingi Bupati Karo.

“Mengajak para mekanik PDAM turun ke lapangan mendampingi Pak Bupati untuk perbaikan pipa yang bocor. Pipa yang bocor  di depan Reservoir yang berkapasitas 500 meter kubik ini bocor pada tanggal 27 Maret 2019 dan sudah kita  perbaiki tanggal 28 maret 2019. Sedangkan titik satu lagi depan kebun kopi Gang Garuda, pipa bocor  tanggal 30 Maret 2019, baru diperbaiki hari ini (Senin 1 April 2019), bersama pak Bupati Karo,” ucap Jenora.

Dijelaskannya, penyebab kebocoran karena pipa sudah keropos.

“Sesuai penyampaian mekanik Yusin Sinulingga, karena  pipa sudah tidak layak lagi. Alasannya, pipa besi tersebut sudah keropos ditambah tembakan air saat dialiri kuat dapat mempengaruhi bocornya pipa. Tidak ada pengaruh yang lain. Ini murni masalah pipa,” pungkas Jenora. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *