RIENEWS.COM – Menertibakan retribusi masuk ke lokasi wisata Puncak Gundaling Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo membangun pos retribusi baru memasuki Gundaling.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Mulia Barus mengungkapkan rencana pembangunan pos retribusi dilakukan agar tidak ada lagi wisatawan yang mengeluhkan pengutipan berlapis.
“Pos ini dibangun supaya tidak ada lagi kesan pengutipan berlapis saat memasuki objek wisata Bukit Gundaling,” kata Mulia Barus, Minggu 26 Agustus 2018.
Dia mengaku selama ini wisatawan mengeluhkan adanya pengutipan (retribusi) berlapis memasuki objek wisata Gundaling. Mengatasi persoalan itu, sebut Mulia Barus, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan membangun pos retribusi satu pintu.
Baca Berita: Menduniakan Wisata Karo, Pemkab Gelar Lomba Maraton 10 K
“Makanya kita bangun pos supaya semuanya satu pintu, baik kebersihan, parkir maupun retribusi masuk. Jadi, tamu hotel juga tidak kebingungan saat memasuki wilayah ini. Karena ada tudingan kalau tamu hotel juga dikutip walaupun tidak memasuki objek wisata. Jadi mengantisipasi itulah kita rencana seperti ini,” tegas Mulia Barus.
Pos retribusi dibangun tepat di samping gerbang Hotel Berastagi Cottage, persimpangan jalur masuk objek wisata dan jalur keluar dari Bukit Gundaling.
Mengenai dana pembangunan pos retribusi, Mulia Barus menegaskan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Dana DAK Kementerian Pariwisata, setelah siap nanti langsung difungsikan,” kata Mulia Barus.
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan mengajak warga tetap peduli dan sadar wisata dengan Sapta Pesona. Hal ini, sebut Mulia, menyukseskan branding wisata Tanah Karo; Joyful Tanah Karo.
Pihak perhotelan mendukung kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo.
“Saya pribadi sangat mendukung apa yang dilakukan pihak Dinas Pariwisata. Di samping mengurangi kemacetan, tamu hotel tidak dikutip retribusi lagi, kita mendukung kinerja Pemkab Karo ini, kususnya Dinas Pariwisata,” tegas Manager Hotel Sinabung Berastagi, P. Pasaribu.
Dukungan juga datang dari pelaku wisata di Tanah Karo. Menurut M br Gintingdan Bahagia Surbakti, pembangunan pos retribusi satu pintu akan menghilangkan kutipan berlapis, selama ini dikeluhkan wisatawan.
“Saya pribadi sangat mendukung tentang pembangunan pos satu pintu Dinas Pariwisata. Karena di samping menghilangkan pengutipan berlapis, pos yang lama itu seharusnya sudah perlu dipindahkan karena sangat menimbulkan kemacetan , apa lagi hari libur begini, macetnya bisa sampai ke Tugu Perjuangan,” ungkap Surbakti. (Rep-01)






