Dini Puspita Belum Ditemukan, Tim SAR Medan Susuri Sungai Begumit

oleh -1.418 Kali Dibaca
Tim Pencari dan Pertolongan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/SAR) Medan menggunakan perahu karet (LCR) menyusuri sungai Kwala Begumit mencari Dini Puspita. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Korban hanyut di Sei (Sungai) Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Dini Puspita (13 tahun) hingga kini belum ditemukan. Tim  Pencari dan Pertolongan dari BASARNAS Medan sampai Senin 18 Maret 2019, melanjutkan pencarian dengan menyisir aliran sungai Kwala Begumit.

Humas BASARNAS Medan Hisar Turnip menyebutkan, Dini Puspita hanyut saat mandi di sungai Kwala Begumit bersama dua orang lainnya pada Minggu 17 Maret 2019, pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan laporan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat Noto Atmojo, kata Hisar Turnip, pertistiwa terjadi saat korban bersama dua temannya mandi di sungai Begumit.

Seorang di antaranya Nazwa (11 tahun) hanyut saat  mandi. Mengetahui korban hanyut, kedua temannya berupaya menyelamatkan Nazwa (Nike).

Baca Berita: Korban Banjir Bandang di Jayapura Jadi 50 Orang Meninggal

Berita Orang Hanyut: Warga Berdoa, BNPP Akhirnya Berhasil Temukan Lala

“Satu orang (Nazwa) hanyut  dan dua temannya hendak menolong, namun ikut terbawa arus. Satu orang selamat, sementara dua orang hanyut,” ujar Hisar.

Informasi orang hanyut diteruskan ke BASARNAS Medan yang langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Bersama Tim SAR lainnya dari Kepolisian Sektor Binjai, dan warga melakukan pencarian berhasil menemukan jenazah Nazwa.

“Nazwa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Satu orang (Dini Puspita) lagi masih dalam pencarian,” kata Hisar.

Hingga Senin dinihari, tim SAR gabungan melakukan penyisiran sungai Kwala Begumit dengan menggunakan perahu karet (LCR), namun belum berhasil menemukan Dini Puspita.

Hisar menegaskan, upaya pencarian masih terus dilanjutkan Tim BASARNAS Medan bersama BPBD Langkat, Kepolisian dan warga.

“Memasuki hari kedua (Senin 18 Maret 2019) tim SAR gabungan tetap melaksanakan pencarian di lokasi kejadian dengan melakukan penyisiran di sungai Kwala Begumit,” tegas Hisar. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *