DPP Fisipol UGM Rilis Pemetaan Potensi Politik Uang Pemilu 2019

oleh -662 Kali Dibaca
Peneliti DPP Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi dalam Konferensi Pers Rilis Hasil Big Data “Peta Potensi Politik Uang Pemilu 2019” di Digilib Cafe, Yogyakarta, Senin 15 April 2019. [Foto UGM | Rienews]

RIENEWS.COM – Laboratorium Big Data Analytics dan PolGov Research Center Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM merilis hasil pemetaan potensi politik uang Pemilu 2019. Dari analisis big data terhadap 7.647 percakapan terkait varian politik uang di sosial media yang dilakukan dari 2-12 April 2019, menunjukkan percakapan tentang politik uang banyak terjadi di Jawa.

“Secara geografis, Jawa Barat menjadi daerah dengan densitas percakapan tertinggi terkait politik uang dengan 433 percakapan yang banyak terjadi di Bandung, Bogor, dan Bekasi. Diikuti DKI Jakarta dengan 358 percakapan, dan Jawa Timur sebanyak 222 percakapan,” kata peneliti DPP Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi dalam Konferensi Pers Rilis Hasil Big Data “Peta Potensi Politik Uang Pemilu 2019” di Digilib Cafe, Yogyakarta, Senin 15 April 2019.

Ketiga wilayah tersebut merupakan daerah dengan jumlah percakapan mengenai politik uang tertinggi jika dibandingkan dengan daerah lain yang berada di bawah 100 percakapan.

Kendati percakapan tentang politik uang banyak menumpuk di wilayah Jawa, Wawan menyampaikan, bahwa perbincangan tersebut juga terjadi hingga ke wilayah Indonesia Timur.

Baca Berita:

KPU Karo Prioritaskan Logistik Pemilu ke Daerah Terjauh

Kadis Pertanian Karo Terkejut Pupuk Subsidi Kosong

“Hal ini menunjukkan kalau masyarakat kita cukup perhatian dengan persoalan politik uang,” kata Wawan.

Sementara itu, dari total 7.647 perbicangan di media sosial terkait politik uang,  hanya 1.817 yang lokasinya terdeteksi dengan ‘amplop’ menjadi kata kunci sentral di antara kata-kata indikatif lainnya. Sedangkan percakapan tentang politik uang ini mencapai puncaknya pada 11 April 2019 dengan 2.291 percakapan.

Hal itu disebabkan percakapan yang mengarah pada tuduhan salah satu pasangan calon Pilpres dan laporan-laporan sporadis yang menyampaikan adanya praktik jual beli suara oleh para kandidat legislatif.

Wawan mengungkapkan praktik politik uang akan semakin gencar dilakukan mendekati hari H Pemilu. Karenanya, praktik politik uang harus menjadi perhatian semua elemen bangsa.

“Persoalan politik uang ini harus kita kawal bersama,” tegas Wawan. (Rep-02 | Rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *