Dramatis! Penangkapan Jaringan Narkoba Internasional di Karo

oleh -1.564 Kali Dibaca
Wakil Kepala Polres Tanah Karo Kompol Hasian Panggabean bersama Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan menggelar konferensi pers kasus narkoba, Senin 9 Desember 2019, di Polres Tanah Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Satu orang tersangka jaringan narkoba internasional tewas ditembak personel Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo dari Satuan Reserse Narkoba. Penembakan berlangsung dalam operasi penangkapan jaringan narkoba jenis shabu yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Karo.

Bersama personel Satuan Lalu Lintas, Satres Narkoba Polres Tanah Karo mengatur rencana penyergapan dua tersangka jaringan narkoba internasional pada Minggu siang, 8 Desember 2019, di kawasan Desa Doulu, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kedua tersangka diketahui mengendarai mobil Suzuki Ertiga.

Penyergapan tak berjalan mulus. Tersangka Budi Sahputra Peranginangin (29 tahun) warga Jalan Bhayangkara, Kabanjahe, bersama rekannya, Robby S. Brahmana (32 tahun) penduduk Desa Ketaren, Kabanjahe, menerobos blokade yang telah disiapkan personel Satres Narkoba bersama personel Satlantas Polres Tanah Karo. Kendaraan yang digunakan kedua tersangka juga menabrak mobil pengguna jalan dan mobil polisi.

Waka Polres Tanah Karo Kompol Hasian Panggabean dan Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan dalam konferensi pers di Polres Tanah Karo, Senin 9 Desember 2019, menyatakan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada kedua tersangka. Namun, kedua tersangka tetap melarikan diri.

Baca Berita:

KARS Survei Akreditasi RSU Kabanjahe Tahun 2019

Natal Oikumene Kabupaten Karo Undang Penyanyi Judika

AKP Ras Maju Tarigan menjelaskan, dalam pengejaran polisi mengarahkan tembakan kepada tersangka. Tersangka Budi tewas tertembak.

“Benar kita lumpuhkan satu pelaku berinisial BSP yang berupaya menerobos blokade kita, dibantu unit Lalu Lintas Polres Tanah Karo. Kita beberapa kali melepaskan tembakan peringatkan, namun tidak diindahkan pelaku BSP. Kita lakukan tindakan terukur dan mengenai kepala belakang bagian kiri,” kata AKP Ras Maju.

Disebutkannya,  polisi langsung mengevakuasi tersangka ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe, namun nyawa tersangka Budi tak terselematkan.

“Meninggal dunia saat berada di rumah sakit,” ujar Ras Maju.

Hasil penggeledahan dari dalam mobil yang digunakan kedua tersangka, polisi mendapatkan barang bukti dua paket shabu seberat 14,20 gram, uang tunai Rp16 juta, dua unit telepon seluler. Penggeledahan dilanjutkan ke rumah Robby, polisi kembali menyita shabu seberat 5 gram.

AKP Ras Maju menegaskan, tersangka Budi merupakan target operasi Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Karo.

“Pelaku  ini merupakan target kita, dan merupakan residivis. Kita nyatakan pelaku ini merupakan jaringan internasional,” tegas Ras Maju.

Sementara itu, hasil memindai telepon seluler milik tersangka, polisi menemukan riwayat percakapan dengan seorang wanita asal Malaysia.

“Setelah kita periksa (handphone), ada riwayat chatting dengan wanita dari negara tetangga, Malaysia,” ujar Ras Maju.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo itu menyatakan, operasi penangkapan kepada Budi dan Robby tindaklanjut dari pengembangan kasus penangkapan tersangka Andester Jevayoba Surbakti, IS dan HS. Ketiga tersangka diringkus polisi pada hari yang sama, Minggu 8 Desember 2019.

Dalam konferensi pers tersebut, AKP Ras Maju Tarigan mengemukakan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Satres Narkoba Polres Tanah Karo telah menangkap 36 tersangka narkoba. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *