Gelar Operasi Pekat, Satpol PP Karo Amankan 18 Orang Penghuni Indekos

oleh -357 Kali Dibaca
Personel Satpol PP Karo mendata dan memintai keterangan dari 18 warga yang diamankan dalam operasi Pekat yang digelar Jumat malam, 1 November 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karo mengamankan 18 orang dari sejumlah tempat indekos di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dalam operasi penyakita masyarakat (Pekat), Jumat malam, 1 November 2019.

Kepala Satpol PP Karo, Hendrik Tarigan mengatakan, operasi yang mereka bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopim Kecamatan) Kabanjahe, dengan sasaran identitas warga  yang berdomisili di Karo dan mencegah penyakit masyarakat (Pekat).

“Untuk menciptakan rasa aman sekaligus mendata warga yang tinggal di Tanah Karo. Dalam razia pekat,  ada 18 orang yang terjaring karena tidak punya identitas kependudukan,” kata Hendrik, Sabtu 2 November 2019.

Dengan menggunakan mobil dan truk personel Satpol PP langsung menyisir lokasi-lokasi rumah kontrakan dan kos-kosan di seputaran Kecamatan Kabanjahe.  Satu persatu pintu kamar kos diketuk  petugas, lalu menanyakan identitas kependudukan mereka. Operasi ini membuat sejumlah penghuni kos tampak panik, sebagian mereka yang didatangi Satpol PP Karo tidak memiliki KTP.

Baca Berita:

Karo Akan Berlakukan Kawasan Tanpa Rokok

202 Ekor Ternak Babi Mati Mendadak, Diduga Virus Demam Babi Afrika

Dalam operasi tersebut, Satpol PP Karo mengamankan pasangan yang tidak mampu menujukkan kartu keluarga dan bukti sebagai pasangan suami-istri. Ke-18 orang yang diamankan selanjutnya diboyong ke Kantor Satpol PP Karo.

“Ada pasangan bukan suami istri tinggal satu rumah,” kata Hendrik.

Kepala Satpol PP itu mengimbau warga segera melengkapi identitas kependudukannya karena ini adalah wajib administrasi. Setiap orang wajib ada identitasnya.

Mereka yang diamankan dalam operasi Pekat Satpol PP, kata Hendrik, dilakukan pendataan dan memintai keterangan.

“Pasangan yang terjaring tersebut dilakukan pendataan di Kantor Satpol PP sekaligus dimintai keterangan. Kemudian diperintahkan untuk segera mengurus dan melengkapi identitas kependudukannya,” pungkas Hendrik. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *