Gorontalo Kembali Dilanda Banjir, Satu Jembatan Rusak Ratusan Warga Terdampak

Banjir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. [Foto Ist | Rienews]

Petugas BPBD dibantu instansi terkait, seperti TNI, Polri, Dinas Sosial, Tagana, aparat kecamatan dan desa, melakukan pembersihan material sampah yang terbawa banjir.

Ancaman Tanah Longsor dan Gerakan Tanah

Berdasarkan pantauan inaRISK, Kecamatan Bone bukan wilayah yang berada pada kawasan bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko ke depan.

Wilayah Bone termasuk kabupaten dengan potensi bahaya tanah longsor pada kategori sedang hingga tinggi.

Sedangkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kecamatan Bone berada pada potensi gerakan tanah dengan kategori menengah hingga tinggi. Kondisi topografi dan curah hujan tinggi menjadi indikator yang patut diwaspadai saat memasuki musim hujan September ini.

Sementara itu, terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango yang berada pada potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Prakiraan cuaca dari BMKG, awal musim hujan di wilayah Gorontalo diprediksi memasukinya pada September hingga November 2021. Prakiraan BMKG mencatat wilayah Gorontalo berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang pada dua hari ini, 9–10 September 2021.

Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

“Kesiapsiagaan komunitas dapat membantu dalam menginformasikan peringatan dini melalui kearifan lokal yang hidup dimiliki, seperti menginformasikan curah hujan tinggi yang berada di hulu kepada mereka yang tinggal di kawasan yang lebih rendah atau hilir,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Rep-02)