Gorontalo Kembali Dilanda Banjir, Satu Jembatan Rusak Ratusan Warga Terdampak

oleh -134 Kali Dibaca
Banjir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Banjir kembali melanda wilayah Provinsi Gorontalo. Awal bulan ini, banjir terjadi di wilayah Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara.

Bencana banjir kembali terjadi. Kali ini, melanda dua desa di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Rabu 8 September 2021. Intensitas curah hujan yang tinggi menjadi pemicu banjir di Desa Cendana Putih dan Ilohuuwa.

Sebanyak 60 KK atau 238 jiwa terdampak banjir, dan satu jembatan rusak. Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango menginformasikan hujan deras terjadi sejak Rabu dinihari, pukul 04.00 hingga 10.00 WITA.

BPBD Bone Bolango telah melakukan penanganan darurat dengan mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Baca Juga:

Banjir dan Angin Kencang di Pulau Buru, Puluhan Rumah Terdampak

Tragedi di Lapas Kelas 1 Tangerang, Presidium ICK Desak Kepolisian dan Menkum HAM Ungkap Penyebab Kebakaran

Guna mengantisipasi potensi banjir di wilayah itu, BPBD bekerja sama dengan pemerintah desa menyiapkan balai desa yang dapat sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai pos pengungsian.

“Belum ada warga yang dievakuasi, tetapi kami telah menyiapkan balai desa setempat untuk tempat evakuasi sementara,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bone Bolango, Anita.

Petugas BPBD dibantu instansi terkait, seperti TNI, Polri, Dinas Sosial, Tagana, aparat kecamatan dan desa, melakukan pembersihan material sampah yang terbawa banjir.

Ancaman Tanah Longsor dan Gerakan Tanah

Berdasarkan pantauan inaRISK, Kecamatan Bone bukan wilayah yang berada pada kawasan bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko ke depan.

Wilayah Bone termasuk kabupaten dengan potensi bahaya tanah longsor pada kategori sedang hingga tinggi.

Sedangkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kecamatan Bone berada pada potensi gerakan tanah dengan kategori menengah hingga tinggi. Kondisi topografi dan curah hujan tinggi menjadi indikator yang patut diwaspadai saat memasuki musim hujan September ini.

Sementara itu, terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango yang berada pada potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Prakiraan cuaca dari BMKG, awal musim hujan di wilayah Gorontalo diprediksi memasukinya pada September hingga November 2021. Prakiraan BMKG mencatat wilayah Gorontalo berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang pada dua hari ini, 9–10 September 2021.

Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

“Kesiapsiagaan komunitas dapat membantu dalam menginformasikan peringatan dini melalui kearifan lokal yang hidup dimiliki, seperti menginformasikan curah hujan tinggi yang berada di hulu kepada mereka yang tinggal di kawasan yang lebih rendah atau hilir,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *