Hari Ini Letusan Gunung Sinabung Terbesar di Tahun 2018

oleh -1.235 Kali Dibaca
Gunung Sinabung meletus, Senin 19 Februari 2018. Letusan ini yang terbesar di Tahun 2018. [Foto Bay|Rienews.com]

RIENEWS.COMGunung api  paling aktif di Indonesia, Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin pagi, 19 Februari 2018, meletus. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan Gunung Sinabung kali ini yang terbesar di Tahun 2018.

Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 5.000 meter, dengan tekanan kuat dan warna kelabu kegelapan. Tercatat durasi letusan gempa 607 detik atau sekitar 10 menit.

KLIK: Kata Bupati Karo: HKN Bangkitkan Semangat

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan  letusan disertai dengan luncuran awan panas sejauh 4.900 meter ke arah Selatan – Tenggara dan 3.500 meter ke arah Tenggara Timur. Angin bertiup ke arah Barat – Selatan.


Gumpalan abu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung, Senin 19 Februari 2018. [Foto Bay|Rienews.com]
“Letusan disertai dengan suara gemuruh. Ini adalah letusan terbesar selama 2018 ini.. Abu vulkanik menyelimuti beberapa daerah di sekitar Gunung Sinabung, di antaranya Kecamatan Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Tiga Nderket dan Munthe,” ujar Sutopo.

Ditegaskannya, kondisi di lima kecamatan itu jadi gelap dengan jarak pandang sekitar 5 meter. Selain itu, batuan kecil juga menghujani lima kecamatan tersebut.

“Hujan kerikil kecil juga masih terjadi seperti di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat hingga pukul 10.00 WIB,” kata Sutopo.

Pasca letusan, PVMBG menaikkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari Orange menjadi Merah.

“Artinya penerbangan pesawat tidak boleh melintasi sekitar Gunung Sinabung karena berbahaya,” ungkap Sutopo.

Dijelaskannya, tidak ada korban jiwa dari letusan Gunung Sinabung. Sebab, seluruh daerah berbahaya yang merupakan zona merah telah kosong penduduknya.

“Sebagian masyarakat evakuasi sesaat untuk memgantisipasi kemungkinan terburuk. Namun pada siang hari aktivitas masyarakat telah normal kembali. Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung,” imbuh Sutopo. (BAY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *