Hujan Lebat 13 Desa di Ketapang Dilanda Banjir

oleh -104 Kali Dibaca
Tiga belas desa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dilanda banjir. [Foto BNPB]

RIENEWS.COM – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu 31 Oktober 2021, menyebabkan banjir di 13 desa.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu pagi lalu, menyebabkan meluapnya sungai Pawan di Kabupaten Ketapang.

“Meluapnya sungai Pawan mengakibatkan banjir yang berdampak ke tiga belas desa di tiga kecamatan di Ketapang,” kata Muhari, Senin malam, 1 November 2021.

Berdasarkan laporan Pusdalops BNPB, desa terdampak antara lain, desa Simpang Tiga Semelangaan, desa Pangkalan Teluk, desa Sungai Kelik, desa Naga Tayap, dan desa Tanjung Medan yang terdapat di kecamatan Nanga Tayap. Selanjutnya desa Sandai Kiri, desa Istana, desa Jago Bersatu, desa Pantai Patah dan desa Muara Jejak yang berada di kecamatan Sandai. Kemudian desa Ulak Medang, desa Mayak dan desa Tanjung Pura di kecamatan Muara Pawan ikut terdampak.

Baca Juga:

Kepala BNPB Tekankan Antisipasi Dampak La Nina

Pemkab Karo Kembali Raih Piagam WTP LKPD 2020 dari Kemenkeu

“Banjir tersebut juga membuat 911 KK (2.889 jiwa) dan 911 unit rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) dikisaran 20 – 50 sentimeter,” kata Muhari.

Menurut Muhari, BPBD Kabupaten Ketapang melaporkan kondisi terakhir, Senin sore, banjir di beberapa titik mulai surut.

“Dan BPBD terus mengupayakan percepatan penanganan dengan melakukan pengecekan ke rumah warga di lokasi terdampak, melakukan pendataan rumah dan fasilitas umum yang terdampak,” kata Muhari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa 2 November 2021, yaitu di sebagian wilayah Kabupaten Ketapang, Bengkayang, Landak, Sanggau, Kayong Utara, Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Muhari menjelaskan, dari analisis inaRISK juga menunjukan Kabupaten Ketapang memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

“BNPB mengimbau kepada pemangku kepentingan di daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi La Nina. La Nina merupakan anomali iklim yang dapat memicu peningkatan curah hujan dan diprediksi terjadi pada bulan Oktober 2021 hingga Februari 2022,” katanya. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *