Indonesia-Australia Gandeng UGM Gelar Pelatihan Pembiakan Sapi Komersial

oleh -1.281 Kali Dibaca
Indonesia-Australia bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyelenggarakan Program Pelatihan Pembiakan dan Manajemen Sapi Komersial tahap 3. [Foto UGM | Rienews]

RIENEWS.COM – Kemitraan Indonesia-Australia dalam ketahanan pangan di sektor daging merah dan sapi (Partnership) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menyelenggarakan Program Pelatihan Pembiakan dan Manajemen Sapi Komersial tahap 3. Pelatihan ini merupakan pelatihan ketiga yang diselenggarakan Partnership.

Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari seluruh Indonesia yang merupakan pelaku industri sapi potong, pelaku perkebunan kelapa sawi terintegrasi sapi, dan petani peternak sapi komersial. Pelatihan dilaksanakan selama tiga minggu, terdiri atas dua minggu pelatihan di Indonesia mulai 1-12 April 2019 yaitu pelatihan di dalam kelas dan kunjungan lapangan ke berbagai model pembiakan sapi komersial di Jawa dan Kalimantan.

Selanjutnya satu minggu pelatihan di Australia, berupa kunjungan lapangan ke peternakan-peternakan sapi di Queensland pada 21-30 April 2019.

Team Leader Advisory and Support Group Partnership, Muhamad Isradi Alireja,  mengatakan, tujuan pelatihan ini adalah untuk mendorong model usaha pembiakan sapi yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan di Indonesia.

“Melalui pelatihan ini diharapkan terjadi proses transfer pengetahuan dan pertukaran pengalaman antara akademisi dan sesama pelaku industri untuk menemukan keahlian dan pengetahuan yang paling cocok bagi Indonesia dalam mencapai kompetensi dan daya saing global,” kata Isradi, Senin 1 April 2019.

Baca Berita:

Polisi “Dor” 7 Tersangka Curanmor di Karo

Bupati Karo Imbau Warga-ASN Taat Laporkan SPT Tahunan

Sebagai mitra kerja sama sekaligus fasilitator program pelatihan, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, menyatakan, kerja sama ini merupakan bentuk kontribusi civitas akademika UGM untuk meningkatkan sektor peternakan di Indonesia.

“Khususnya dalam sektor pembiakan sapi komersial. Kerja sama yang baik antara universitas, industri, serta pemerintah menjadi faktor penting untuk memperkuat sektor peternakan di Indonesia,” ujar Ali.

Program pelatihan ini diselenggarakan dan didanai sepenuhnya oleh Indonesia-Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector.

Program Partnership diinisiasi pada Tahun 2013 dan akan berlangsung hingga Tahun 2023, dengan alokasi dana sebesar AUD 60 juta.

Melalui Partnership, Pemerintah Indonesia dan Australia memadukan kekuatan kedua negara untuk meningkatkan rantai pasokan dalam sektor daging merah dan sapi di Indonesia, serta untuk meningkatkan iklim perdagangan dan investasi yang stabil antara Indonesia dan Australia.

Sejak 2015, Program Partnership telah mengalokasikan AUD 4.2 juta dalam program peningkatan kapasitas bagi pemangku kepentingan yang relevan dalam sektor daging merah dan sapi.

Dengan ditandatanganinya kesepahaman Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada awal Maret 2019, Program Partnership menjadi salah satu program yang sangat relevan terutama dalam hal meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing global di sektor peternakan. (Rep-04 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *