Ini Kata Bupati Soal Pembentukan Gugus Tugas GNRM di Karo

oleh -1.370 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana memberikan cendera mata ‘Uis beka buluh’ kepada tim Revolusi Mental dari Pusat.

 

 

Bupati Karo Terkelin Brahmana memberikan cendera mata ‘Uis beka buluh’ kepada tim Revolusi Mental dari Pusat.

RIENEWS.COM – Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terpilih dari lima kabupaten/kota di Indonesia sebagai Pembentukkan Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Pembentukkan Gugus Tugas GNRM kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan Pemerintah Kabupaten Karo.

Terkelin menilai kebijakan tersebut strategis. (Baca: Saudara Saya Harapkan Dapat Menjadi Pelopor Revolusi Mental)

“Sangatlah starategis karena yang kita bicarakan dalam focus group discussion ini, terkait dengan hal-hal yang mendasar karena menyangkut dengan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia, yang berdaulat, bermartabat, dan berkarakter Pancasila,”kata di  forum Focus Group Dicscussion (FGD) Pembentukan Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), dihadiri Guru Besar FISIP Universitas Indonesia, Prof. Dr. Paulus Wirutomo, Rabu 8 November 2017, di Grand Mutiara Hotel, Berastagi.

Untuk mewujudkan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK, kata Terkelin,  Gerakan Nasional Revolusi Mental telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJM) 2014-2109.

“Sebagai Gerakan Revolusi Mental melibatkan semua simpul-simpul perubahan, baik para penyelenggara negara maupun seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama dan bergandengan tangan mengembangkan dan mendokumentasikan perubahan-perubahan dalam aspek kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. Termasuk di dalamnya melestarikan produk-produk seni, kreatifitas, dan warisan budaya,” ujar Terkelin.

Ditambahkannya,  mewujudkan hal tersebut, bangsa Indonesia harus mencapai tiga tujuan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Pertama, mengubah cara pandang, cara pikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang berorientasi pada kemajaun dan kemoderenan. Kedua, membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimistik dalam menatap masa depan Indonesia sebagai negara yang berkekuatan besar yang berprestasi tinggi, menjadi bangsa maju dengan pondasi “Pilar Trisakti”. Ketiga, mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian yang kuat melalui pembentukan manusia Indonesia yang baru dan unggul,” pungkas Terkelin dalam sambutan di FGD Pembentukan Gugus Tugas GNRM. (BAY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *