Ini Motif Kuspin Lakukan Pembunuhan

oleh -1.729 Kali Dibaca
Personel Reskrim Polsek Tigabinanga mengapit tersangka Kuspin, ditangkap dari Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Personel Reskrim Polsek Tigabinanga mengapit tersangka Kuspin, ditangkap dari Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

RIENEWS.COM – Berkat kesigapan Reskrim Polsek Tigabinanga dan Polres Tanah Karo. Kuspin, tersangka pembunuh Alamsyah Saragih, 40 tahun, warga Desa Pergendangen, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, terjadi di Jalan Bungacole, Kelurahan Tigabinanga, Kecamatan Tiga Binanga, pada Selasa 16 Januari 2018, pukul 23.15 WIB, berhasil ditangkap.

Kuspin, 55 tahun, warga Komplek SMP Negeri 1 Tigabinanga, diringkus dari rumah iparnya di Kabupaten Aceh Tamiang,Provinsi Aceh, Rabu sore, 17 Januari 2018.

Kapolsek Tigabinanga AKP JH Situmorang mengatakan, penangkapan tersangka Kuspin, setelah mendalami informasi keberadaan tersangka yang melarikan diri usai membunuh korban.

KLIK: Alamsyah Saragih Dibunuh Diduga Bermotif Utangpiutang

“Keberadaan tersangka terendus di Aceh Tamiang,” ujar Kapolsek Tigabinanga AKP JH Situmorang didampingi Kanit Reskrim Iptu Ngemok Ginting kepada Metro24Jam Kamis 18 Januari 2018.

Dijelaskan AKP JH Situmorang, keberadaan Kuspin didapat dari informasi yang terima Kepolisian. Personel Reskrim dipimpin Iptu Ngemok Ginting langsung menuju Desa Sidoda, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Terasangka sedang berdiri di depan rumah adik iparnya, langsung kami mencokok tersangka tanpa perlawanan dan membawanya kembali ke Polsek Tigabinanga guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujar Kapolsek Tigabinanga.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, kata AKP JH Situmorang, tindakan pembunuhan itu dilakukan Kuspin lantaran kesal dengan korban, yang tak lain adalah teman dan rekan bisnisnya.

Tersangka dan korban, sebut Kapolsek, dikenal warga sebagai sahabat dan kerap melakukan pengerjaan proyek bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Pembunuhan dilakukan Kuspin lantaran kesal dengan sikap korban.

“Saat malam naas tersebut, tersangka menghubungi korban menanyakan soal kekurangan upah dirinya sekitar 20 juta Rupiah lagi, atas kerjaan yang mereka kerjakan bersama,” kata Kapolsek.

Korban meminta tersangka untuk menemuinya di warung kopi. “Korban malah mengabaikan tersangka dengan bermain dam batu,” ujar AKP JH Situmorang.

Setelah mendengarkan Kuspin menyoal pembayaran upah, korban Alamsyah pergi meninggalkan warung kopi tanpa memberikan jawaban atas pertanyaan tersangka.

“Semakin membuat tersangka kesal dan langsung mengejar korban. Entah bagaimana kelanjutan ceritanya, tersangka langsung menikam korban hingga tewas di tempat kejadian perkara,” ujar Kapolsek.

Usai menghabisi nyawa korban, menurut AKP JH Situmorang, tersangka panik dan melarikan diri menuju Aceh Tamiang.

“Tersangka dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman kurungan pidana 7 tahun ke atas,” tegas Kapolsek.

Pihak keluarga korban, menurut Kapolsek, membantah adanya utang Rp 20 juta.

“Mereka (keluarga korban) pasrah dan menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib. Kalau dari penuturan istri korban, sebenarnya utang duit Rp 20 juta tersebut tidak ada. Mengingat kerjaan mereka terakhir mengalami kerugian. Makanya suaminya  tidak membayar kepada tersangka,” tutur Kapolsek mengutip keterangan dari istri Alamsyah. (BAY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *