Ketum PP Muhammadiyah: Jadi Contoh Universitas Toleransi Tinggi

oleh -3.771 Kali Dibaca
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir .

RIENEWS.COM –  Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mendorong  Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menjadi contoh universitas di Tanah Air yang memiliki toleransi tinggi.

“Saya berharap Unimuda (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong) dan Universitas Muhammadiyah lainnya yang ada di Indonesia menjadi bahan percontohan sebagai universitas yang memiliki toleransi tinggi,” kata Haedar di depan mahasiswa Unimuda di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, dalam acara silaturahmi, bagian rangkaian acara yang diselenggarakan Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Papua Barat, Sabtu 12 Januari 2019.

Disebutkan Haedar, Muhammadiyah memiliki 175 perguruan tinggi (PTM) di Indonesia, 45 di antaranya sudah berstatus universitas. Jumlah keseluruhan mahasiswa di Indonesia 12 persennya atau 600 ribu berasal dari Muhammadiyah. Poin pentingnya adalah Muhammadiyah akan terus ikut bergerak untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tanpa membeda-bedakan agama, etnik, ras, golongan, bahkan pilihan politik sekalipun. Seluruh bangsa Indonesia harus menyadari bahwa keberagaman harus menjadi pemersatu bangsa.

Baca Berita: Petisi “Berhasil” Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik  

“Ras, suku, agama, dan pilihan politik seperti yang selalu saya tekankan tidak boleh menjadi pemecah belah bangsa. Katanya kan kita bangsa yang kaya dengan budaya, jadi masyarakat ketimuran itu harus memiliki keramahan, kegembiraan dan bersama. Muhammadiyah belum seberapa, tapi kami berusaha untuk terus berbagi agar masyarakat mendapatkan hak pendidikan, tempat tinggal, dan perlakuan yang sama tanpa membeda-bedakan dengan yang lain,” ujar Haedar.

Baca Juga: 54 Mahasiswa UMY Ikuti PPM di 6 Negara, Rektor: Jangan Malu Mengaku Islam

Rektor Unimuda Dr. Rustamaji menyebutkan mahasiswa yang terdaftar 64 persen dari jumlah keseluruhan merupakan anak asli Papua yang nonmuslim, itu tidak menjadi masalah.

“Selama ini tidak pernah terjadi konflik di Unimuda. Kami hidup berdampingan dan saling menghargai, meskipun kami berbeda dari sisi agama,” kata Rustamaji.

Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P., menyambut baik penandatanganan nota kesepakatan kerja sama antara kabupaten Sorong dan UMY.

“Saya berharap Unimuda akan melahirkan mahasiswa intelektual yang bisa mengubah peradaban di Papua Barat, kalau bisa menjadi tenaga yang potensial untuk bersaing di negara asing. Saya juga turut mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Sorong, dalam membantu program KKN 3T UMY yang ada di Kokoda.  Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut dan memberikan pengaruh positif untuk Kabupaten Sorong,” imbuh Gunawan. (Rep-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *