Kilang Minyak Balongan Pertamina Terbakar, 912 Penduduk Diungsikan

oleh -77 Kali Dibaca
Kebakaran kilang minyak Balongan milik PT Pertamina, Senin dinihari, 29 Maret 2021. [Foto Ist]

RIENEWS.COM – Sebanyak 912 penduduk Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diungsikan akibat terbakarnya kilang minyak Balongan milik PT. Pertamina, pada Senin dinihari, 29 Maret 2021.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan, 220 penyintas diungsikan di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu, dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu.

“Sementara itu, data korban jiwa yang berhasil dihimpun hingga (Senin) pukul 08.00 WIB adalah 5 orang luka berat, 15 orang luka ringan dan 3 orang masih dalam pencarian,” kata Raditya.

Baca : Korban Tewas Sumur Pengeboran Minyak Jadi 21 Orang

Raditya mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Indramayu,  ada lima desa yang terdampak dari terbakarnya tiga unit tank product premium 42 T 301 A/B/C tersebut.

“Berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip dan Desa Tegalurung,” sebut Raditya dalam siaran pers yang diterima, Senin pagi.

Baca Juga:

Soal Klaim Tanah Ulayat Adat dalam TMKH 480 Hektar, Bupati-Wabup Karo Temui Dirjen PKTL Kementerian LHK

Terapkan SIPD, Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Puji Duet Kepemimpinan Terkelin dan Cory

BPBD Kabupaten Indramayu telah mendirikan tenda Satgas Penanganan Kebakaran dan memberikan bantuan logistik.

“Dalam rangka percepatan penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kabupaten Indramayu juga berkoordinasi dengan TNI/Polri dan Basarnas setempat guna melakukan evakuasi warga setempat serta para pekerja,” katanya.

Hingga saat ini, TRC BPBD Kabupaten Indramayu masih melakukan pendataan di lokasi terbakarnya kilang minyak tersebut.

Adapun kondisi mutakhir yang dilaporkan hingga saat ini api masih dalam proses pemadaman dan warga diharapkan agar tidak panik serta selalu mengikuti arahan pihak-pihak yang berwajib untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *