RIENEWS.COM – Jemaah haji dari embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG-01) kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia telah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Ahad, 12 Mei 2024, pukul 07.57 Waktu Arab Saudi (WAS).
Mereka terbang dengan Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 7301 pada 11 Mei 2024. Tiba di Bandara AMAA Madinah, jemaah disambut dengan fasilitas fast track, sehingga tidak perlu melewati proses pemeriksaaan imigrasi maupun beacukai.
Kedatangan perdana jemaah haji Indonesia ini disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad. Hadir juga, Konjen RI Jeddah Yusron Bahauddin Ambary, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, dan Kepala Daker Bandara Abdillah.
“Banyak di antara jemaah berusia di atas 70 tahun. Dengan cara fast track, mereka terbantu karena tidak perlu lama antri di airport,” ujar Dubes RI di Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad usai menyambut kedatangan jemaah asal Jakarta di Bandara AMMA Madinah, Ahad, 12 Mei 2024.
Layanan fast track juga dapat memberi jemaah kesempatan untuk istirahat. Layanan itu merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Abdul Aziz juga mengapresiasi kesigapan petugas haji dalam melayani jemaah.
“Layanan petugas untuk jemaah sudah bagus. Sudah teratur, langsung siap menyambut jemaah di bawah pintu. Saya kira ini inisiatif yang sangat baik,” kata dia.
Penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M masih mengusung tagline Haji Ramah Lansia. Ada sekitar 45.678 jemaah dengan usia 65 tahun ke atas (21,41 persen). Kemenag berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh jemaah, hal ini mewujud dari layanan yang diberikan kepada jemaah saat mendarat di Madinah.
Dari 393 jemaah JKG-01, terdapat 79 jemaah lansia dengan 12 di antaranya membutuhkan layanan kursi roda. Suasana haru dan gembira tak terbendung dari wajah para dhuyufurrahman ketika menginjakkan kakinya ke kota Nabawi.
Layanan Fast Track Jemaah Haji
Artikel lain
Tak Punya Visa dan Smartcard, Jemaah Haji Bisa Dideportasi
Jemaah Haji Rentan Alami 7 Jenis Penyakit, Ini Daftar Obat yang Dibawa
Ada 10 Hotel dan 440 Unit Mobil Listrik untuk WWF ke-10
Fast track merupakan fasilitas preclearance atau pemeriksaan dokumen jemaah haji oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia. Fast track awalnya hanya dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mulai 2024 ini, fast track juga dilakukan di Bandara Juanda Surabaya, dan Adi Soemarmo Surakarta.
Ada empat pintu fast track untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia. Pertama, pintu yang digunakan jemaah haji yang diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Adi Sumarno di Surabaya.
Kedua, pintu internasional untuk para wisatawan dari luar Arab Saudi. Ketiga, pintu hajj, yaitu pintu khusus kedatangan jemaah di Madinah. Keempat, pintu zero.
Layanan fast track dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan, baik Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah maupun King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian (predeparture clearance), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di Bandara Soetta, Cengkareng, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo Surakarta.
“Kami tadi melihat layanan fast track di bandara. Waktunya tidak lebih dari 2 menit. Sangat cepat sekali. Sangat membantu jemaah. Nanti sampai Saudi, mereka tidak lagi ada proses imigrasi, dan bisa langsung naik bus ke hotel dan beribadah di Tanah Suci,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Cengkareng, Ahad, 12 Mei 2024.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzili menambahkan, pada tahun sebelumnya, saat tidak diadakan fast track, biasanya penyelesaian imigrasi bisa 2-5 jam.
“Fast track bisa memberikan pelayanan kepada jemaah haji, saat turun dari pesawat bisa langsung menuju bus,” sebut Ace.
Artikel lain
Aneka Side Event dalam World Water Forum ke-10 di Nusa Dua
Cuaca Saudi Capai 50 Derajat, Yaqut Pesan Jemaah Haji Jaga Kebugaran
Seleksi CASN 2024 Dimulai Juni, 71.643 Formasi Akan Ditempatkan di IKN
Ace berharap, selain fast track juga ada inovasi lain yang dirasakan jemaah. Menurut dia, jemaah haji tahun ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia, karena jumlahnya mencapai 241.000. Kuota itu terdiri dari 213.320 jemaah hajj reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Tahun ini, layanan fast track sudah bisa diberikan kepada 128.450 jemaah (60,21 persen jemaah haji reguler) yang berangkat dari Bandara Soetta-Cengkareng, Adi Soemarmo-Solo, dan Juanda-Surabaya. (Rep-04)
Sumber: Kemenag





