Nelangsa Sanusi, Perempuan Paruh Abad Tak Dapat Bantuan Sinabung

oleh -3.214 Kali Dibaca
Kondisi Desa Mardingding, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terdampak erupsi Gunung Sinabung, Minggu 3 November 2013. [Foto Dok Rienews]

RIENEWS.COM – Nelangsanya Sanusi br Ginting. Ia salah satu korban terdampak bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Perempuan yang kini berusia lebih dari separuh abad, 60 tahun itu, sejak Gunung Sinabung “bangun dari tidur” pada 2010, meninggalkan rumahnya di Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat.

Pemerintah meminta Sanusi dan warga desanya untuk mengungsi, menghindari bahaya ‘batuk’ Gunung Sinabung. Para warga ditempatkan di Jambur Lige, Kabanjahe.

“Satu bulan lamanya kami mengungsi di Jambur Lige, dan setelah itu kembali pulang ke kampung halaman di Desa Berastepu,” kata Sanusi, janda dengan empat anak, kepada wartawan, Kamis 15 Agustus 2019.

Simak Berita Pengungsi Gunung Sinabung Di Sini

Di tahun 2012, Sanusi dan warga desanya kembali diminta mengungsi seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung.

“Kami pun diungsikan di klasis GBKP, Tugu Bambu Runcing, Kabanjahe,” kenangnya.

Kisah pengungsian itu diceritakan ulang Sanusi dengan harapan dirinya dapat menerima bantuan sebagaimana warga desanya menerima bantuan dana dari pemerintah Rp50,4 juta.

Baca Berita:

Letkol Kohir Periksa Kesiapan Pasukan Upacara Proklamasi Kemerdekaan

Sambut Sumpah Pemuda, Alumni Menwa USU Gelar Karya Bakti di Karo

“Kalau soal peraturan yang dikatakan sesama warga, untuk pencairan dana harus ada persyaratan foto di lokasi tanah yang kita terima. Seingat saya pernah difoto, dan saya kenal orangnya,” tutur Sanusi.

Kepala Desa Berastepu, Gemuk Sitepu menegaskan Sanusi br Ginting adalah warganya. Mengenai Sanusi tidak memperoleh bantuan sebagaimana warga/korban terdampak Gunung Sinabung, Gemuk Sitepu menilai hal itu karena saat pencairan dana bantuan pemerintah, perangkat desa tidak dilibatkan.

Dia  menyarankan Sanusi menanyakan langsung soal bantuan itu kepada Ketua Kelompok Petani (KPP) Permuliman, Andikan Sembiring.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Martin Sitepu menegaskan, BPBD telah menyalurkan bantuan itu kepada para korban, sesuai aturan.

“Dana dikirim dari pusat kepada kami. Setelah itu, langsung kami transfer ke rekening Ketua KPP. Merekalah yang menyalurkan kepada masyarakatnya. Jadi kalau warga belum menerima haknya, segera laporakan saja kepada pihak polisi,” kata Martin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *