Over Kapasitas Tidak Hambat Kreativitas di Rutan Kelas IIB Kabanjahe

oleh -1.274 Kali Dibaca
Hasil kerajinan tangan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, saat ini menampung 445 warga binaan. Jumlah ini telah melampaui daya tampung, kapasitas Rutan Kelas IIB.

Meski menghadapi persoalan over kapasitas, tidak menjadi penghambat petugas Rutan Kabanjahe dalam membina dan melayani ratusan warganya.

“Jumlah warga binaan di Rutan kini berjumlah 445 orang dengan rincian perempuan sebanyak 34 orang, selebihnya laki-laki. Kapasitas normal hanya sebanyak 145 orang,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe, Simon Bangun.

Dituturkan Simon, warga binaan di Rutan Kabanjahe yang terbanyak menjalani hukuman dalam kasus narkoba, disusul kasus pidana umum.

“Sekitar 70 persen merupakan kasus narkotika. Sedikit menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang sempat mecapai 80 persen,” ungkap Simon, Minggu 7 April 2019.

Meski mengalami over kapasitas, Simon menegaskan, pihaknya tetap melakukan pelayanan secara maksimal, termasuk menu makanan yang diberikan kepada warga binaan.

Baca Berita:

Peneliti UGM Sebut Lahan Sawah di Bantul Rusak Akibat Tambang Batu Bata

Bupati Karo Dukung Rakerwil Pimpinan Gereja

“Tetap dapat terlayani dengan maksimal dan prima. Pelayanan prima dimaksud, yakni dilihat dari jenis menu yang disajikan kepada warga binaan. Kemudian, untuk mempermudah komunikasi warga binaan kepada pihak keluarga, disediakan warung telepon yang dipantau dan diawasi petugas,” ujar Simon.

Dalam mewujudkan kondusifitas dalam lingkungan Rutan Kabanjahe, Simon menyatakan, memberdayakan para warga binaan untuk mengasah keterampilan mereka. Rutan Kabanjahe giat menyelenggarakan ibadah dan olahraga bersama warga binaan.

“Kita lakukan pembinaan yang sangat positif, dan menghasilkan bonus yang sangat membantu perekonomiannya masing-masing warga binaan,” ucap Simon.

Simon menjelaskan, setiap produk kerajinan tangan yang dihasilkan warga binaan, terjual, warga binaan memperoleh bonus.

“Ada preminya,” tegas Simon.

Produk kerajinan tangan yang dihasilkan warga binaan di antaranya, kursi dari anyaman bambu, keranjang, dan lainnya.

Simon berharap, warga binaannya yang usai menjalani masa hukuman, memanfaatkan skills yang diperoleh selama berada di Rutan.

“Setelah bebas, ada modalnya. Modal keterampilan untuk dipergunakan menjalani hidup kelak, supaya tidak kaku,” imbuh Simon. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *