Pandemi Virus Corona, Pendapatan Pedagang di Berastagi Menurun

oleh -300 Kali Dibaca
Suasana sepi di pusat perdagangan pakaian di Jalan Veteran, Berastagi, Minggu 12 April 2020. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Sejak merebaknya pandemi virus corona (Covd-19) penghasilan pedagang di kota wisata Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami penurunan. Hingga kini para pedagang masih melakukan aktivitas perdagangan seperti biasa.

Pengamatan Rienews.com, Minggu 12 April 2020, suasana di pusat perdagangan pakaian di Jalan Veteran, Berastagi, tampak lengang.

Salah seorang pedagang, Rames Pasaribu mengaku tetap berjualan untuk mendapatkan penghasilan.

Baca Berita: 

Pemkab Karo Terima Bantuan PT WEP Berupa 800 APD dan Uang Rp50 Juta

Ketua DPRD Karo Sepakat Refocusing Anggaran Penanganan Virus Corona

“Bukannya kita tidak mau mematuhi peraturan pemerintah, mencegah atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jika kami di rumah saja apa yang bisa kami hasilkan. Sementara kami butuh biaya makan,  biaya anak sekolah serta membayar iuran hutang kami,” ungkap Rames Pasaribu.

Rames mengakui sejak mewabahnya virus corona, pendapatannya mulai turun drastis di banding hari sebelum pandemi Covid-19.

“Dalam dua bulan terakhir, membawa hasil jualan ke rumah Rp500 ribu saja sangat berat. Sementara kita pergi pagi, pulang sore. Penghasilan kita berkurang. Untuk saat ini benar-benar krisis kami rasakan,” pungkasnya.

Sementara itu, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo pada situs covid19.karokab.go.id tertanggal 11 April 2020, jumlah kasus positif virus corona 1 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 2 orang, orang dalam pemantauan (OPD) 10 orang, dan  orang tanpa gelaja (OTG) 7 orang. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *