Pelaku Pembakar Ibu Tiri di Asahan Ditangkap di Riau

oleh -1.334 Kali Dibaca
Pelaku pembakar ibu tiri, Jumasri usai ditangkap dan ditembak polisi dibawa ke RSU Abdul Manan Simatupang, Kota Kisaran, Jumat, 28 Juni 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Tim Unit Jatanras Satuan Reskrim Polres Asahan bekerja sama dengan Tim Jatanras Polda Sumatera Utara berhasil meringkus pelaku pembakar ibu tiri, Jumasri alias Jum Plotot, (43 tahun), di kawasan gudang Manggala Jonson, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir Riau, Jumat, 28 Juni 2019 pagi. Sebelumnya, pelaku melakukan aksi bengisnya di Dusun III Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada 25 Juni 2019 lalu.

“Setelah melakukan pembakaran terhadap ibu tirinya, pelaku langsung melarikan diri dan bersembunyi di kawasan hutan di Tanah Putih,” kata Kapolres Asahan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Faisal F. Napitupulu didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Jatanras Inspektur Dua (Ipda) Mulyoto di Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang, Kota Kisaran, Jumat, 28 Juni 2019 sore.

Jumasri bersembunyi di Tanah Putih sejak 27 Juni 2019. Sehari kemudian, pelaku keluar dari persembunyiannya dan hendak pergi ke Kota Dumai dengan menumpang truk tangki. Namun polisi berhasil menangkapnya.

“Pelaku sempat melakukan perlawanan kepada anggota sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur (ditembak) di bagian kakinya”, jelas mantan Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara tersebut.

Baca Berita:

Sepekan Mahasiswi UQB Tewas, 15 Saksi Diperiksa

Ribuan Bunga Tasbih Ditanam di Kabanjahe

Selama dalam pelarian, Jumasri juga sempat memotong rambutnya hingga plontos dan mencukur kumisnya.

“Untuk mengelabuhi petugas,” kata Faisal.

Jumasri diketahui melakukan pembakaran terhadap ibu tirinya, Saminem atau yang akrab dipanggil Wak Gedek, 57 tahun di Jalan Mawar Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada 25 Juni 2019. Korban sempat dibawa ke RSU. Abdul Manan Simatupang untuk mendapat perawatan medis. Namun korban akhirnya tewas.

“Hasil interogasi awal, pelaku mengaku sakit hati karena sering dicaki maki korban”, ungkap Faisal.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka sudah merencanakan perbuatannya. Terbukti, bensin yang digunakan untuk membakar korban sudah dibeli pelaku satu malam sebelumnya.

“Tersangka akan kami jerat dengan pasal pembunuhan berencana,” kata Faisal.

Polisi juga melakukan tes urine terhadap pelaku untuk memastikan ada tidaknya penggunaan narkotika oleh pelaku. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang telah ditetapkan menjadi tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *