Pembangunan Jalan Alternatif Kabanjahe-Berastagi Hampir Rampung

oleh -1.714 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Plt Kadis PUPR Paksa Tarigan, meninjau pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Berastagi dan Kabanjahe. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pembangunan jalan alternatif Berastagi-Kabanjahe, Jalan Udara-Kaliaga, hampir rampung. Pembangunan jalan alternatif menghubungkan Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Kabanjahe ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengurai kemacetan arus lalu lintas.

Dana pembangunan Jalan Udara-Kaliaga dengan aspal hotmix, bersumber dari APBD-Perubahan 2019.

Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau langsung pembangunan Jalan Udara-Kaliaga. Didampingi Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Paksa Tarigan, Kamis 14 November 2019, Terkelin meninjau kondisi terkini pembangunan Jalan Udara-Kaliaga.

“Ingin kita lihat dan pastikan sudah selesai segi pengaspalan hotmixnya. Sekaligus (melihat) apa yang belum siap, maka kita cek ke lokasi tersebut. Pengaspal hotmix  sudah siap namun pembuatan gorong-gorong untuk pembuangan air masih sedang dikerjakan. Intinya hampir sudah rampung. Kita merasa lega. Sebab selama ini jika terjadi kemacatan dari Kabanjahe – Berastagi, jalan alternatif menuju Berastagi tidak ada,” kata Terkelin.

Dengan pembangunan Jalan Udara-Kaliaga, Terkelin meyakini akan memudahkan masyarakat terhindar dari kemacetan lalu lintas.

Baca Berita:

Pasca Gempa Tsunami, Aktivitas Warga Sulut dan Malut Kembali Normal

Polisi Cokok Pria 60 Tahun Diduga Bandar Ganja

Dalam peninjauan langsung Bupati Karo Terkelin Brahmana mendapatkan masukan dari warga.

Ramon Sinuhaji menyampaikan jalan yang baru dibangun tersebut, kini dilalui kendaraan berat. Dia mengungkapkan, kendaraan dengan tonase berat itu, dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan pada jalan yang baru dibangun, dan dalam proses penyelesaian tersebut.

“Untuk itu, kami masyarakat meminta kepada Bupati Karo agar jalan alternatif ini dipasang tanda rambu-rambu lalu lintas dengan maksud pengemudi tahu bahwa truk-truk yang berkapsatitas lebih dilarang melewati kawasan jalan tersebut,” tutur Ramon.

Dia pun meminta agar dibangun dinding penahan tanah (talud) untuk menghindari longsor.

Masukan dari warga bernama Ramon Sinuhaji, mendapat respons dari Bupati Karo Terkelin Brahmana. Bupati mengungkapkan, sebelumnya telah mengingatkan Dinas Perhubungan Karo agar membuat rambu lalu lintas larangan bagi truk melewati Jalan Udara-Kaliaga.

Sedangkan pembangunan talud, Plt Kepala Dinas PUPR Paksa Tarigan menyatakan pembangunan talud akan diminta untuk dibangun kepada kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Jalan Udara-Kaliaga.

“Iya, nanti kita fasilitasi. Sepanjang kepentingan masyarakat akan kita kerjakan sesuai ketentuan yang ada,” pungkas Paksa. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *