Pemkab Karo Beri Masukan Terkait Konsep New Normal Pemprov Sumut

oleh -197 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama unsur pimpinan Forkopimda menggelar Rakor membahas New Normal Life di tengah pandemi Covid-19, Rabu 3 Juni 2020, di ruang kerja Bupati. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan telah mengembalikan konsep new normal kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dengan beberapa masukan yang sesuai dengan Kabupaten Karo.

Pemerintah Kabupaten Karo hingga kini fokus dalam penanganan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) hingga melandaikan kurva penyebaran.

“Pemkab Karo memilih akan lebih fokus terhadap langkah-langkah yang selama ini sudah dilakukan untuk menangani penyebaran virus Corona (Covid-19). Yang paling sekarang, melandaikan grafik kurva Covid-19,” kata Terkelin.

Penerapan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19,  tegas Terkelin, perlu lebih ditaati oleh masyarakat menjelang memasuki penerapan new normal di Kabupaten Karo.

Baca Berita: 

Menteri Tito Karnavian Puji Kesiapan Anggaran Pilkada Karo 2020

Protes BLT-DD, Warga Sukababo Cegat Bupati Karo

“Hingga sekarang Pemkab Karo dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Karo masih fokus penanganan dan imbauan-imbauan ke masyarakat, agar protokol kesehatan lebih ditaati lagi,” ujarnya.

Hal ini disampaikan Terkelin Brahmana usai meninjau penerapan protokol kesehatan di PT Tirta Sibayakindo Berastagi, pada Kamis 2 Juli 2020.

Dijelaskannua, Pemkab Karo bersama GTPP Covid-19 saat ini terus melakukan  persiapan menuju new normal.

“Draf aturan dan kebijakan new normal yang dikirim Pemprov Sumut ke kita (GTPP Covid-19) Kabupaten Karo sudah dikembalikan lagi ke Pemprov Sumut setelah diberikan masukan di sana-sini sesuai karakteristik Kabupaten Karo,” ungkapnya.

Masukan diberikan, sebut Terkelin, dikarenakan tidak semua daerah sama.

“Setelah rampung, Pemerintah Sumut akan segera mengirimkan permohonan untuk memberlakukan new normal kepada Menteri Kesehatan,” imbuhnya.

Pada intinya, Bupati Karo menegaskan, kebijakan penerapan new normal ini adalah perubahan pola dan perilaku menyesuaikan dengan kondisi pandemi corona.

“Tentunya, kita akan melihat kondisi aktivitas warga yang kembali normal di antara pembatasan sosial di berbagai aspek yang akan dilonggarkan nanti. Namun, harus disertai dengan ketentuan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat,” katanya.

Terkelin Brahmana yang juga Ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Karo, menyatakan, sesuai informasi dari pemerintah pusat, setidaknya ada lima tahapan yang ditempuh menuju new normal.

“Dalam menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, maka terdapat lima tahapan yang saling berkaitan dalam melaksanakan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19,” ujarnya.

5 Tahapan Menuju New Normal

Terkelin menjelaskan, kelima tahapan menuju penerapan new normal itu pertama; prakondisi. Setiap daerah harus menyampaikan prakondisi penerapan new normal dengan memberikan informasi yang jelas, holistik, dan mudah dipahami masyarakat.

“Tahapan itu harus disertai aksi pencegahan dan penanganan Covid-19, melalui sosialisasi dan komunikasi publik yang efektif,” sebut Terkelin.

Kedua adalah tahap timing. Tahapan ini menentukan waktu kapan suatu daerah dapat memulai aktivitas sosial dan ekonominya.

Ketiga adalah prioritas. Tahapan ini, Terkelin menjelaskan, dilakukan untuk memilih daerah atau sektor yang sudah boleh melakukan kegiatan sosial dan ekonomi secara bertahap.

“Dalam tahapan itu, harus dilakukan simulasi untuk memastikan kegiatan tersebut dapat berkelanjutan,” imbuhnya.

“Keempat adalah koordinasi pusat dan daerah. Terakhir (tahap kelima) ialah monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan pemulihan aktivitas sosial ekonomi itu sendiri,” tegas Bupati Karo.

Dikatakannya, selain kelima tahapan tersebut, juga ada persyaratan lainnya yang harus dipenuhi, seperti penurunan terkonfirmasi Covid-19.

“Nah, sambil berjalan kita fokus saja dulu langkah-langkah yang selama ini sudah dilakukan untuk menangani penyebaran virus Corona (Covid-19),” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *