Pemkab Karo-Kementerian PUPR Bangun Toilet ‘Wisatawan’ di Tongging

oleh -1.509 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Camat Merek Tomi Heriko Sidabutar, Staf Balitbang Kementerian PUPR, MP. Diana Dewi dan Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Selasa 30 April 2019, meninjau lokasi untuk pembangunan toilet 'wisatawan' di jalur lintas kawasan objek wisata Tongging, di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang menikmati objek wisata di Tongging, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Pekerjaan Rakyat (Kementerian PUPR) akan membangun sarana toilet di jalur lintas menuju Tongging. Rencananya, pembangunan toilet berukuran 10 x 20 meter persegi dilaksanakan dalam tahun ini.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengemukakan, desain toilet yang akan dibangun berstandar internasional.

“Sebab lokasinya berdekatan dengan  objek pariwisata Tongging sekitarnya. Sehingga pemikiran kami layak diusulkan, sebagai lintasan pariwisata,” tutur Terkelin.

Dalam membangun toilet itu, sebut Terkelin, Pemkab Karo akan menggandeng Kementerian PUPR.

“Pemkab Karo sangat setuju pembangunan toilet ini dan segera tindaklanjuti oleh Bappeda dan Dinas Pariwisata segera siapkan administrasi, syarat segala sesuatunya yang dibutuhkan oleh Balitbang Kementerian PUPR,” imbuh Terkelin.

Hal ini diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi lahan pembangunan toilet, di  kawasan simpang puncak Sipiso-piso, Desa Pengamatan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa 30 April 2019. Dalam peninjauan itu, Bupati Karo didampingi Staf Balitbang Kementerian PUPR, MP. Diana Dewi, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Kabid Pengembangan, Pemasaran Dinas Pariwisata Bartholomeus Barus, dan Camat Merek Tomi Heriko Sidabutar.

Baca Berita:

Tahun 2019, Bencana di Indonesia Meningkat 7,2 Persen

Objek Wisata Sampuren Sikulikap Dilengkapi Camping Ground

Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi  mengatakan dalam rangka menarik para wisatawan berkunjung ke Karo, Pemkab Karo menggandeng Balitbang Kementerian PUPR dalam membangun prasarana penunjang objek wisata.

“Kita menggandeng Balitbang Kementerian PUPR untuk meminta pembangunan prasarana dan prasarana penunjang objek wisata. Salah satunya adalah soal toilet yang baik,” kata Nasib.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Karo, sebut Nasib, dalam waktu dekat kelengkapan surat untuk lahan yang diperuntukkan membangun toilet, disiapkan oleh kepala desa setempat.
“Dalam waktu dekat ini, lahan yang kita tinjau tadi, sesuai instruksi Bupati akan dilengkapi baik surat keterangan tanah dari kepala desa setempat. Sebab tanah ini adalah tanah desa, nanti kita lampirkan legalitasnya semua begitu juga alasan pembangunan toilet ini. Yang jelas, karena daerah objek lintasan destinasi pariwisata,” ungkap Nasib Sianturi.

Kabid Pengembangan, Pemasaran Dinas Pariwisata Bartholomeus Barus menyatakan, pada pekan depan Dinas Pariwisata Karo akan mengajukan surat melalui Bupati Karo kepada  Balitbang Kementerian PUPR.

“Untuk meminta prinsip-prinsip dasar pembangunan toilet, sudah terlengkapi administrasinya,” ujar Bartholomeus.

Dijelaskannya, bangunan toilet rencananya berukuran 10  x 20 meter persegi, dengan lahan yang ada berkisar seluar 400 meter persegi.

“Jadi sudah layak dan memenuhi standar. Mudah-mudahan tidak ada hambatan toilet ini akan dibangun Tahun 2019 ini, demi mendukung perkembangan objek wisata Tongging,” kata Bartholomeus.

Sementara itu, Staf Balitbang Kementrian PUPR, MP. Diana Dewi menilai lokasi yang ditinjau bersama Bupati Karo, cocok dalam menunjang prasarana pariwisata kawasan Tongging.

“Lokasi yang ditinjau tadi sangat cocok dan menunjang pariwisata karena daerah lintasan. Sudah sangat tepat,’ ujar Dewi.

Dikatakannya, Balitbang Kementerian PUPR, tinggal menunggu surat permohonan dari Bupatu Karo.

“Kita tunggu surat permohonan Bupati Karo ke pusat, bersama kelengkapan administrasinya. Sebab tanah tersebut tanah desa. Namun demikian, saya tim salah satu turun ke lapangan tetap akan membuat bahan masukan ke tim di Balitbang terkait bangunan toilet mengenai dana yang dibutuhkan. Sementara saat ini, saya belum bisa ungkapkan besaran dana pembangunan toilet ini,” kata Dewi.

Dia menjanjikan akan mengirimkan draf pembiayaan kepada Dinas Pariwisata dan Bappeda Karo.

“Sabar, nanti pasti kita kabari setelah saya bertolak ke Jakarta. Akan kita kirim drafnya ke Dinas Pariwisata dan Bappeda,” imbuh Dewi. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *