Pemkab Karo Setop Penarikan Retribusi ke Wisata Air Panas-Gunung Sibayak

oleh -2.877 Kali Dibaca
Warga Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, menggelar aksi demo di depan Pos Retribusi menuju objek wisata air panas, Sabtu 9 Maret 2019. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Kabar ini tentu menggembirakan bagi para pengunjung wisata pemandian air panas dan alam kawasan Gunung Sibayak, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Retribusi masuk yang biasa dikenakan kepada pengunjung kedua kawasan itu, kini ditiadakan. Masyarakat diminta untuk melaporkan bila ada pihak-pihak yang melakukan pengutipan retribusi, sebab hal itu termasuk pungutan liar.

Sebelumnya, para pengunjung yang akan menikmati wisata pemandian air panas di Desa Semangat Gunung dan maupun yang melakukan pendakian, trek di kawasan Gunung Sibayak, dihentikan di Pos Retribusi. Pengunjung baru dapat melanjutkan perjalanan setelah membayar retribusi yang diberlakukan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Penghentian sementara pungutan retribusi di Pos Retribusi, Desa Semangat Gunung,  dilakukan sehubungan dengan peralihan kawasan alam Gunung Sibayak kini berada di bawah naungan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Simak Berita Protes Warga Soal Retribusi Wisata

Menyusul peralihan kewenangan kawasan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana menerbitkan Surat  005/3466/Pariwisata/2019 tanggal 27 Agustus 2019, intinya penghentian pengutipan retribusi, diberlakukan sejak Jumat 29 Agustus 2019.

Penghentian penarikan retribusi tersebut dibenarkan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Karo, Kasman Sembiring.

“Sehubungan Surat Bupati Karo Nomor 005/3466/Pariwisata/2019 tanggal 27 Agustus 2019. Dan tindak lanjut rapat pembahasan pemungutan retribusi lintas alam Gunung Sibayak, tanggal 28 Agustus 2019, di ruang rapat Asisten Setda Kabupaten Karo. Maka diputuskan pemberhentian sementara fungsi Pos Retribusi,” ujar Plt Kadis Pariwisata Karo, Kasman Sembiring kepada wartawan, Senin 2 September 2019.

Baca Berita:

Ketua BPH STIKesMu Lhokseumawe Buka ODDI TA 2019/2020

Lahan HPL Seluas 150 Hektar Terbakar di Kolaka Timur

Kasman menegaskan, sebelum dilakukannya perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha, serta ditambahkannya fasilitas penunjang sarana wisata milik Pemkab Karo, kawasan lintas alam Gunung Sibayak ataupun hal lainnya di kawasan pemandian air panas milik warga setempat, tidak dibenarkan adanya pengutipan retribusi oleh pihak manapun yang mengatasnamakan Pemkab Karo.

“Terhitung sejak Kamis 29 Agustus 2019, tidak ada lagi petugas yang melakukan pengutipan di Pos Restribusi Desa Semangat Gunung. Jika ada kutipan mengatasnamakan Pemda Karo segera laporkan karena (itu) pungli.  Mengingat kawasan Gunung Sibayak telah diambil alih oleh Dinas Kehutanan Pemprovsu. Seluruh petugas jaga pos telah ditarik ke Kantor Dinas Pariwisata Karo,” pungkas Kasman.

Catatan Redaksi, pada awal Maret 2019, warga Desa Semangat Gunung, sebagai pemilik kolam pemandian air panas, melancarkan protes di Pos Retribusi tersebut. Warga  menuntut uang hasil pengutipan retribusi dikembalikan ke desa mereka dalam bentuk pembangunan desa dan infrastruktur seperti jalan. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *