Pemkab Karo Siapkan Rp30 Miliar Penanganan Virus Corona, Terdata 8 ODP

oleh -338 Kali Dibaca
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat telekonferensi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana dan kepala daerah se-Sumatera Utara, membahas penanganan virus corona, Senin 6 April 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan dalam penanganan virus corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Karo akan menyediakan anggaran sebesar Rp30,7 miliar. Sementara anggaran yang tersedia saat ini dari dana tak terduga APBD Karo Rp2 miliar.

“Saat  ini Kabupaten Karo sedang recofusing anggaran dana penanganan Covid-19 sebesar Rp30, 7 miliar, dan dibutuhkan Rp27, 5 miliar. Sedangkan dana tak terduga dari APBD Karo sudah disiapkan Rp2 miliar,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam telekonferensi dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Senin 6 April 2020.

Terkelin Brahmana didampingi Sekda Karo Kamperas Terkelin Purba, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina, Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kominfo Jonson Tarigan, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Karo Andreasta Tarigan, Kadis Kominfo Jonson Tarigan, melaporkan kondisi penanganan virus corona saat ini di Kabupaten Karo, terdapat  8 orang dalam pemantauan (ODP), sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) nihil. Bupati juga menyatakan telah melakukan pemantauan terhadap perjalanan 2.570 orang.

Baca Berita: 

Bupati Karo Tegaskan Pentingnya Memutus Penularan Covid-19 Dengan Cara Ini

Wakil Bupati Karo dan Ikatan Bidan Bagikan Masker Kepada Masyarakat

“ODP  8 orang, kemudian pasien dalam pengawasan nihil, sedangkan suspect juga nihil,” kata Terkelin.

Bupati mengemukakan, kondisi RSUD Kabanjahe belum efektif dalam penanganan Covid-19 karena  faktor lokasi dan peralatan.

“Izin saran Bapak Gubernur, di daerah Lau Simomo sekitar setengah jam dari Kabanjahe, ada lahan milik provinsi ratusan haktare, bila berkenan Bapak Gubsu, kiranya lokasi ini dapat ditinjau bersama agar dapat difungsikan dalam penanganan Covid-19,” kata Terkelin.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam telekonferensi dengan 33 bupati/wali kota, bahwa pandemik Covid-19 belum reda.

“Kita masih berperang dan masih terus bertambah orang yang tertular Covid-19,” ujar Edy.

Gubsu menekankan dalam penanganan  isu wabah Covid-19, agar kepala daerah memberikan anjuran untuk diketahui  masyarakat bahwa  Covid-19 belum reda, bila keluar rumah gunakan masker, tetap jaga jarak (phsyical distancing),  hindari kerumunan, refocusing dan relokasi anggaran.

Untuk pelaksanaan refocusing dan relokasi anggaran disegerakan, mengingat dampak dari Covid-19. Selain itu, Gubsu menyatakan bagi rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, bila ada pasien terpapar, agar selalu bertanggung jawab.

“Apabila terjadi sesuatu terhadap saudara saudara kita, meninggal di rumah sakit rujukan tadi, maka saya tegaskan pihak rumah sakit harus bertanggung jawab berupa menyiapkan peti dan SOP (standar operasional prosedur) medis, lakukan pemakaman dengan baik. Semua ini tanggung jawab pemerintah daerah, tempat pasien terpapar Covid-19,” tegas Edy.

Sementara itu, merespons saran Bupati Karo Terkelin Brahmana, Gubsu Edy Rahmayadi menyatakan akan mengunjungi Kabupaten Karo dalam pekan ini. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *