Penanganan Covid-19, BNPB Kirim 150 Ribu Masker dan 50 Tabung Oksigen ke Papua Barat

oleh -246 Kali Dibaca
Petugas memuat tabung oksigen yang akan dikirim ke Provinsi Papua Barat menggunakan pesawat Hercules TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 2 Agustus 2021. [Foto BNPB]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan mengirimkan 150 ribu masker guna mendukung upaya percepatan penanganan Covid-19  di Provinsi Papua Barat.

Adapun rincian dari 150 ribu masker tersebut meliputi 30 ribu masker medis, 15 ribu masker KF 94, 50 ribu masker medis anak, 5 ribu masker kain INA dan 55 ribu masker kain anak.

Selain masker, BNPB juga mengirimkan sebanyak 50 tabung oksigen, 50 oksigen konsentrator, 1.000 sarung tangan medis, 1.000 medical T-Well dan alat rapid test antigen sebanyak 10 ribu unit.

Baca Juga:

Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Bogor dan Sukabumi

Kota Pariaman Diterjang Puting Beliung

Dukungan tersebut diterbangkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, Senin 2 Agustus 2021, dengan transit di Makassar dan dijadwalkan akan tiba di Papua Barat pada Selasa 3 Agustus 2021.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, dukungan tersebut kemudian akan diterima oleh Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari untuk selanjutnya diambil oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat dan didistribusikan ke berbagai wilayah kabupaten/kota.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Provinsi Papua Barat, kasus akumulatif Covid-19 per Senin 2 Agustus 2021, menjadi 18.900 setelah ada penambahan sebanyak 118 orang.

Adapun prosentase kasus positif menjadi 27,6 persen dari total jumlah orang yang telah diperiksa sebanyak 68.408 orang.

Sementara itu, pasien sembuh terus mengalami peningkatan menjadi 16.035 setelah ada penambahan 517 orang. Secara prosentase, tingkat kesembuhan di Papua Barat mencapai 84,4 persen. Kemudian yang meninggal ada sebanyak 290 orang. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *