Petani Karo Diajak Naik Kelas Menjadi Eksportir

oleh -1.585 Kali Dibaca
Kadis Pertanian Karo Sarjana Purba, Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sumut Parlindungan Lubis, Kepala Balai Karantina Sumut Hafni Zahara, Ketua Kadin Sumut Khairul Manali, dan Direktur PT Juma Berlian Exim Susi Susanty Ginting tengah berfoto bersama peserta poktan dan gapoktan Karo, Kamis, 27 Juni 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Ratusan orang dari kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) dari sembilan kecamatan di Kabupaten Karo berkumpul di Hotel Suite Pakkar Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis, 27 Juni 2019. Mereka mengikuti pertemuan fasilitas kemitraan bagi poktan dan gapoktan dengan eksportir komoditas hortikultura.

“Kami mengajak para petani meningkatkan kelasnya menjadi pengekspor kembali produk-produknya lagi,” kata Kepala Dinas Pertanian Karo, Sarjana Purba yang menjadi salah satu pemateri.

Salah satu caranya  adalah dengan membuka mindset atau pola pikir para petani agar lebih luas untuk meningkatkan kualitas pertanian sebelum menanan dan pascapanen. Sarjana berharap peningkatan kelas poktan dan gapoktan menjadi petani pebisnis juga akan mengubah petani-petani lainnya. Dia mentargetkan petani ejsportir dari Karo akan meningkat pada tahun ini.

“Jadi kami harap para petani kompak dan solid. Karena kalau ada bantuan dari pemerintah akan langsung diserahkan kepada kelompok tani. Bukan perorangan,” kata Sarjana.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, Parlindungan Lubis menjelaskan, maksud dari petani bisa naik kelas adalah perubahan mainset dari petani lokal menjadi petani pengekspor.

Baca Berita:

Peringati HANI, Kepala BNN Karo: Ini Adalah Wujud Keprihatinan Dunia

Kapolda Sumut Serahkan Bantuan Alat Pertanian

“Karena produk kami bebas ekspor. Artinya, pemerintah pusat memberi kebebasan,” kata Parlindungan.

Dia pun berharap petani Karo meningkatkan produk ekspornya dengan cara memperbaiki mutu, system penanaman dan pasca penanaman.

“Sehingga produk pertanian dari Karo bisa diterima pasar,” kata Parlindungan.

Sementara Kepala Balai Karantina Kelas II Medan, Hafni Zahara menyampaikan peran Balai Karantina adalah mencegah masuknya hama dari negara luar.

“Itulah fungsi kami di sini adalah sharing bagaimana menjaga tanaman dari hama,” kata Hafni.

Pertemuan itu juga dihadiri Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumatera Utara, Khairul Manali dan Direktur PT Juma Berlian Exim, Susi Susanty Ginting. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *