Petani Kopi Karo Kecewa Dengan Bantuan Pembasmi Hama

oleh -1.671 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COMPetani kopi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kecewa dengan bantuan pembasmi hama, Atraktan (senyawa penarik hama penggerek buah kopi), yang diberikan Dinas Pertanian Kabupaten Karo tidak bermanfaat.

Bantuan atraktan diterima petani kopi pada Desember 2017.  Para petani pun melakukan penggunaan atraktan sesuai dengan arahan dari Dinas Pertanian Karo.

“Kami sudah melakukan saran dan arahan pihak Dinas Pertanian Karo. Tapi koptan (atraktan)  itu tak memberi dampak apa pun. Sampai sekarang,hama pengerek buah kopi masih tetap mengganas,” ungkap petani kopi asal Kecamatan Barusjahe,  J. Tarigan, Sabtu 9 Juni 2018.

Menurut dia, atraktan yang telah dipasang petani di kebun kopi mereka, tidak bermanfaat.

KLIK: Nasib Sianturi Dilantik Sebagai Ketua Pergatsi Karo

“Tak ada satu pun hama yang terjerat. Kami sudah menggantungnya di batang kopi, tapi sampai sekarang fungsinya hanya seperti hiasan saja,” ujar petani kopi lainnya, bermarga Sembiring.

Apa yang diungkapkan  J.Tarigan dan Sembiring diamini petani kopi lainnya.

Bantuan atraktan diterima para petani dengan mendapatkan jatah sebanyak tiga unit.

“Pokoknya setiap petani kopi dapat jatah 3 unit. Tak ada kriteria luas kebun kopi, semua dihitung rata,”ungkap Tarigan.

Ditegaskan Tarigan, sejak dipasang hingga saat ini, atraktan dinilai tidak berfungsi.

“Jangankan hama penggerek buah, seekor lalat pun tak ada yang terjerat ke dalam kemasan itu. Makanya kami para petani ini merasa dibodoh-bodohi saja,” kata Tarigan.

Tarigan dan petani kopi lainnya, sebelumnya berkebun jeruk. Namun, karena serang hama, dan komoditi kopi menjadi andalan, mereka pun beralih menanam kopi.

“Tanaman jeruk rusak diserang hama lalat buah, saat ini kopi menjadi salah satu komoditi andalan warga Tanah Karo,” katanya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *