Polisi Dalami Dugaan Juliana Gunakan Hipnotis

oleh -546 Kali Dibaca
Juliana (kanan) diamankan ke Polres Tanah Karo. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Kepolisian Resor Tanah Karo merilis kasus pencurian telepon genggam (handphone) dengan tersangka Juliana (35 tahun) warga Dusun IV, Gang H. Nukman Yakub, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tersangka ditangkap pemilik gawai bersama warga di Pusat Pasar Kabanjahe, Kabupaten Karo, Selasa 17 September 2019.

Paur Humas Polres Tanah Karo Aiptu J. Sitepu menyatakan, pihaknya baru merilis kasus tersebut, Rabu 18 September 2019, karena mendalami dugaan adanya jaringan tersangka.

Dikabarkan, dalam aksinya, Juliana diduga menggunakan hipnotis.

“Baru hari ini kita rilis secara resmi berhubung semalam masih dalam pengembangan kasus. Kita khawatir ada jaringannya kabur, (kalau) masuk media. Karena beredar isu tersangka sudah berulang melakukan tindak pidana serupa,” kata Aiptu J. Sitepu kepada wartawan.

Penangkapan Juliana, kata J. Sitepu, bermula saat tersangka mendatangi toko kelontong di Pusat Pasar Kabanajeh, saat itu dijaga Syafii (19 tahun), pekerja di toko kelontong milik Yusnina.

Baca Berita:

Pemkab Karo Terima Bantuan 17 Unit Ambulans Kemenkes

AKBP Heppi Karokaro Bertekad Bangun Karo Lebih Sejahtera

Di sana, Juliana membeli tepung dan dilayani oleh korban. Usai transaksi dan Juliana sudah pergi, kata J. Sitepu, korban Syafii, warga Jalan Veteran, Gang Kalihara Ujung, Kecamatan Kabanjahe, menyadari bahwa telepon genggam miliknya, raib.

“Ketika itu korban sedang mengecas (charge) HP miliknya. Tidak lama berselang tersangka (usai) membeli tepung, korban sadar kalau telepon selulernya telah raib,” ujar Sitepu.

Meyakini gawainya dicuri oleh Juliana, Syafii dibantu warga di Pusat Pasar Kabanjahe mencari tersangka, dan berhasil ditemukan. Juliana langsung diamankan personel Kepolisian dan dibawa ke kantor polisi.

Aiptu J. Sitepu membenarkan adanya kabar menyebutkan Juliana memiliki ilmu hipnotis.

“Isu dia mencuri dengan teknik hipnotis belum dapat kami simpulkan. Sejauh ini masih satu pelapor. Jika ada tambahan akan kami rilis kembali. Kasus masih dalam lidik (penyelidikan),” ujar Sitepu.  (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *