Proyek Perbaikan Drainase Gundaling II Diduga Asal Jadi

Material galian saluran drainase Gundaling II menumpuk di bahu jalan dan diduga pengerjaannya menggunakan air parit di Jalan Udara, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Selasa, 6 November 2018. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM — Proyek pengerjaan rehabilitasi saluran drainase Gundaling II yang berada di Jalan Udara, Kecamatan Berastagi menjadi perhatian warga setempat. Warga menduga proyek usulan dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara itu diduga dikerjakan asal jadi.

“Baru beberapa hari selesai diperbaiki sudah banyak yang berlubang. Semen penutup juga terlihat retak,” kata Hutabarat, warga di Jalan Udara, Selasa, 6 November 2018.

Menurut Hutabarat, pengerjaan perbaikan saluran drainase itu masih jauh dari yang diharapkan warga. Berdasarkan pengamatan Rienews.com, pengerjaan dilakukan ketika hujan dan air campuran semen menggunakan air hujan atau air parit. Lazimnya, pengerjaan dilakukan tidak ketika hujan turun agar hasilnya cepat kering.

Kemudian air untuk adukan beton dan perawatan beton harus bersih dari bahan-bahan yang merusak campuran yang mempengaruhi daya lekat semen, seperti asam dan garam. Alat yang digunakan untuk menggali galian drainase berupa cangkul. Padahal di dalam perjanjian pengerjaannya menggunakan dump truck theodolite/water pass , kereta sorong , concrete mixer dan pompa air. Alat-alat tersebut tidak terlihat di lokasi. Material hasil galian dibuang ke badan jalan sehingga membahayakan pengendara yang lewat.

Anggota DPRD Karo dari Fraksi Partai Demokrat Jidin Ginting saat diminta konfirmasinya mengatakan belum memahami persoalannya.

“Kami minta pengerjaannya sebaik mungkin dan tepat waktu. Masyarakat dapat menikmati pembangunan itu,” kata Jidin. (Rep-02)