PT LNK Kembali Gusur Warga Sekitar

oleh -1.181 Kali Dibaca
Pengusuran rumah warga, dan petani masih kerap terjadi di nengeri ini.[IST]

Pengusuran rumah warga, dan petani yang masih melanda di negeri ini. [IST]
RIENEWS.COM –  PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) kembali berulah. Tidak puas dengan menggusur, dan menghancurkan 554 hektar lahan petani di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara 2016 lalu kini kembali menghancurkan puluhan rumah milik petani pada Senin, 27 Maret 2017.

Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) Serikat Petani Indonesia Zubaidah menegaskan, ribuan personil yang berasal dari Satpol PP, Pemadam Kebakaran, hingga Brimob beserta alat berat sudah meratakan rumah petani di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“Tindakan PT LNK ini tentu saja bertolak belakang dengan perintah Presiden Jokowi untuk segera melaksanakan reforma agraria, meredistribusi lahan untuk mengatasi kesenjangan ekonomi. Karena Desa Mekar Jaya ini sebelumnya telah didaftarkan menjadi kampung reforma agraria,” kata Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) Serikat Petani Indonesia Zubaidah disela – sela peristiwa pengusuran tersebut.

Zubaidah menjelaskan, konflik ini berawal ketika PTPN II Kebun Gohor Lama mulai mengklaim lahan yang dikuasai oleh petani sejak tahun 1952. Pada tahun 1952, Masyarakat Paya Redas membuka lahan di daerah Paya Redas, dan Paya Kasih sekitar 1.000 hektar tanah untuk tanaman padi sawah dan darat.
Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Kabupaten Langkat, Suriono menegaskan, secara hukum tanah dan rumah yang sudah diratakan masih dalam kondisi status quo. “Secara hukum pengadilan belum memutuskan mengenai status hukum lahan dan rumah milik petani, walau  kami punya bukti-bukti yang menguatkan. Ini berarti siapa pun tidak berhak melakukan kegiatan di atas lahan, apalagi sampai menggusur dan menghancurkan rumah kami. Hingga pukul 14.00 WIB siang ini, sudah 29 rumah petani yang rata dengan tanah,” tegas Suriono.

Untuk itu Suriono mendesak agar PT LNK menarik semua personil brimob, satpol PP, dan lainnya beserta alat beratnya dari atas lahan petani. Suriono juga meminta pihak LNK menghargai hukum dan instruksi Presiden Jokowi tentang pelaksanaan reforma agraria, bukan malah bertindak mengangkangi hukum dan menghambat reforma agraria dengan menghancurkan hajat hidup, sumber penghidupan petani kecil.[BAY]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *