UGM Kembangkan SCESS Mendukung UKM Kopi
“Sebelum menabrak Pos Polisi Pariwisata yang berada di Gedung TIC, bus tersebut terlebih dahulu menabrak dua kendaraan mobil yang sedang parkir. Di antaranya, mobil dengan plat nopol BK 1995 IZ milik tamu, dan mobil BK 1528 SQ milik warga Berastagi. Bus pariwisata itu juga menyenggol empat orang yang saat itu berada di lokasi kejadian,” tutur Hutahaean.
Disebutkannya, korban tertabrak bus tiga di antaranya merupakan pelajar dalam rombongan.
“Korban yang mengalami luka ringan dibawa ke RS Amanada Berastagi. Tiga di antaranya rombongan pelajar, dan satunya lagi tukang sapu. Bus dalam proses evakuasi, karena hujan lebat hingga sore ini masih terkendala. Tapi diupayakan secepatnya,” tegas Kanit Lantas Polsekta Berastagi.
Sopir bus, Abdul Alham menyebutkan rombongan yang dibawanya sekitar 30 pelajar berasal dari Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat. Dia mengakui sengaja menabrakan bus yang dikemudikannya ke Gedung TIC untuk menghindari korban jiwa.
“Semalam sudah menginap di Villa Bukit Mas, rencananya (Selasa) hari ini mau pulang. Tadi rombongan anak sekolah itu sedang berbelanja di Pasar Buah. Bus tiba-tiba sulit starter, ketika hidup setelah didorong tiba-tiba mengalami rem blong. Guna menghindari korban manusia, di sekitar lokasi, terpaksa saya cari alternatif guna menabrakan diri ke wilayah TIC,” kata Abdul. (Rep-01)






