Sabo Dam Jebol, Lahar Dingin Gunung Sinabung Meluber ke Jalan dan Perladangan Warga

oleh -427 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba, Kabid Bapeda Efanlit Sembiring, Kabid Logistik BPBD Natanael Perangin-angin, Jumat 24 April 2020, lokasi terdampak lahar dingin Gunung Sinabung yang terjadi Kamis 23 April 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana, Jumat 24 April 2020, meninjau kondisi jalur lintas yang menghubungkan Kecamatan Tiganderket-Kuta Buluh yang sulit dilalui kendaraan akibt jebolnya sabo dam karena lahar dingin dari Gunung Sinabung. Lahar dingin juga menggenangi areal perladangan warga dan terancam gagal panen.

Usai meninjau langsung lokasi terdampak lahar dingin Gunung Sinabung, Bupati Karo Terkelin Brahmana memerintahkan instansi terkait mengerahkan alat berat untuk penanganan dampak lahar dingin dan jebolnya sabo dam.

“Setelah kita lihat dan cek  lokasi, betul kondisi ini sangat memprihatinkan. Di mana sabo dam yang dibangun sebagai antisipasi  jalur lahar dingin tidak mampu mengakomodir lahar dingin yang membawa material kayu, batu, pasir dan kerikil,” ujar Terkelin.

Baca Berita: 

Lawan Virus Corona, Majabumi Berikan Bantuan APD ke RSUD Kabanjahe

Bupati Karo Tinjau Posko Relawan Sigap Corona-19

Dikatakan Terkelin, akibat jebolnya sabo dam, lahar dingin meluber ke ladang warga dan membuka jalur baru di luar sabo dam.

“Kita tinjau tadi ke hulu hingga ke hilir, ternyata kita temukan sabo dam jebol. Sudah ada jalur baru terbentuk, hari ini kita akan kerahkan alat berat ekskavator, grader dan dum truk untuk menormalisasikan jalan penghubung Tiganderket-Kuta Buluh yang sementara sulit dilalui kendaraan,” imbuh Terkelin.

Terkelin meminta warga agar tetap tenang dan dalam masa pandemi virus corona (Covid-19) agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan pemerintah.

Camat Tiganderket Syukur Brahmana menjelaskan, kejadian lahar dingin Gunung Sinabung terjadi pada Kamis 23 April 2020. Lahar dingin menerjang wilayah Desa  Kutambaru dan Kecamatan Tiganderket.

Disebutkannya, dampak lahar dingin menyebabkan jalan darat penghubung Kecamatan Tiganderket dengan Kecamatan Kuta Buluh, sulit dilalui.

“Lantaran lahar dingin tidak masuk areal sabo dam, tetapi melalui perladangan  warga dan mengarah ke jalan raya penghubung Tiganderket-Kuta Buluh,” ucapnya.

Sekretaris Desa Rahmat Perangin-angin mengatakan, dampak lahar dingin menggenangi perladangan  akibatnya terjadi gagal panen.

“Sesuai data, lahan warga  (tergenang lahar dingin) 5,5 hektar terimbas, dengan tanaman bermacam-macam. Ditaksir keruguan mencapai ratusan juta,” kata Rahmat.

Sementara untuk pemukiman warga, Rahmat menyatakan, pendataan sedang dilakukan.

“Ada beberapa rumah warga terimbas akibat lahar dingin,” katanya.

Sementara itu, Agus Surbakti dari BPBD Karo, meminta masyarakat agar berhati-hati dan waspada serta mengajak warga menjauhi jalur sabo dam. Kejadian lahar dingin Gunung Sinabung sudah terjadi sebanyak 14 kali. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *