Selama Festival Bunga-Buah, Omset Petani Bunga Naik

oleh -1.954 Kali Dibaca
Stan Desa Seribu Bunga yang menjajakan beragam bunga hasil petani Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, di Festival Bunga-Buah yang dilangsungkan sejak 5-7 Juli 2019, di Taman Mejuah-Juah Berastagi. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Penyelenggaraan Festival Bunga-Buah yang digelar Pemerintah Kabupaten Karo selama tiga hari, 5 -7 Juli 2019, membawa berkah tersendiri bagi petani bunga Desa Raya, berjuluk Desa Seribu Bunga. Selama penyelenggaraan festival, petani mengaku mendapatkan peningkatan omset dari di hari biasanya.

Hal ini diungkapkan Junaidi Ketaren yang mengisi salah satu stan di lokasi Festival Bunga-Buah di Taman Mejuah-Juah Berastagi. Dengan “Stan Kampung Seribu Bunga”, Junaidi mengaku mendapatkan pendapatan cukup tinggi dari biasanya. Ia pun berharap pemerintah dapat menyelenggarakan event sejenis tiap bulan.

Event seperti sekarang ini maunya digelar secara berkesinambungan. Kalau perlu sebulan sekali, Jangan hanya sekali ini saja,” kata Junaidi, yang juga Ketua Kelompok Tani Pengiapen Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Minggu 7 Juli 2019, di lokasi festival.

Dia pun berharap Pemerintah Kabupaten Karo melalui dinas terkait, memberikan perhatian keapda kelompok tani di Desa Raya.

Baca Berita:

Parlindungan Ingatkan Bupati Karo Soal Sister City Zundert-Karo

Pengunjung Festival Bunga-Buah Kecewa

“Kami khususnya Poktan (Kelompok Tani) Pengiapen Desa Raya, Kecamatan Berastagi, sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karo agar kami petani bunga khususnya, dapat terbantu dalam hal permodalan dan promosi,” ungkap Junaidi.

“Kita butuh memamerkan bunga-bunga agar diketahui orang bahwa Desa Raya sebagai penghasil bunga terbanyak, seperti yang didengungkan selama ini. Desa Raya kiranya dapat sentuhan dari Pemkab Karo agar menjadi contoh desa terbaik, Desa Seribu Bunga di Kabupaten Karo,” katanya.

Harapan Junaidi Ketaren direspons Bupati Karo Terkelin Brahmana.

“Iya, kedepan akan kita sampaikan kembali kepada dinas terkait baik DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) dan Camat Berastagi agar duduk satu meja untuk mencari jalan keluar sesuai harapan kelompok tani tadi,” ujar Terkelin.

Bupati menambahkan, tinggal kerjasama antara perangkat desa dengan camat dan dinas terkait, dan DPMD yang membawahi pengelolaan desa.

“Kedepan akan menjadi lebih baik jika komuniksi ditingkatkan,” pungkas Terkelin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *