Sumatera Utara Dikepung Banjir, Korban Meninggal 43 Orang

Dua belas kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan longsor. Foto Pemko Medan.
Dua belas kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan longsor. Foto Pemko Medan.

RIENEWS.COM – Provinsi Sumatera Utara dikepung bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan longsor. Wilayah terdampak banjir di Provinsi Sumatera Utara hingga Kamis, 27 November 2025, bertambah luas.

Data yang dihimpun Rienews hingga Kamis malam, dua belas wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Utara dilanda banjir sejak tanggal 24 hingga 27 November 2025.

Meliputi Kota Medan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara merilis data korban meninggal dunia dari bencana yang terjadi di sejumlah daerah, mencapai 43 orang. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, selain korban meninggal dunia, terdapat 81 korban luka-luka, 88 korban masih dalam pencarian.

Menghadapi dampak bencana di sejumlah wilayah di Indonesia, Mabes Polri menginstruksikan jajarannya dari tingkat kepolisian sektor (Polsek) hingga kepolisian daerah (Polda) status siaga penuh.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, seluruh jajaran Polri dalam status kesiapsiagaan penuh untuk membantu warga.

“Polri memaksimalkan seluruh kekuatan dari tingkat Polsek hingga Polda untuk menyelamatkan warga dan mempercepat penanganan di titik-titik terdampak. Fokus utama kami adalah evakuasi, pencarian korban, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Trunotudo.

Rico Waas Instruksikan Evakuasi Cepat