RIENEWS.COM – Tak semua orang bisa memanfaatkan momen lebaran Idulfitri untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Seperti mahasiswa rantau yang harus berlapang dada untuk lebaran di perantauan.
Seperti yang dialami Mesy Indriani, asal Sumatera Barat. Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Airlangga (Unair) ini harus merayakan lebaran di kos untuk kali kesekian.
“Tentu sedih ya, tidak bisa menjalankan ibadah Ramadan dan lebaran di rumah. Tidak bisa merasakan buka bersama keluarga, makan masakan rumah, berkumpul bersama keluarga,” ungkap Mesy.
Tetap Produktif di Masa Liburan
Namun kondisi tersebut tidak menjadi penghambat Mesy untuk menciptakan kebahagian bagi dirinya sendiri. Ia membuat libur lebarannya menjadi lebih berwarna dengan tetap produktif di berbagai kegiatan yang ada. Salah satunya dengan mengikuti MSIB di Badan POM dan memanfaatkan waktu liburan untuk mengembangkan diri belajar bersama mitra terkait.
“Tidak hanya magang, saya juga menggunakan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Saya juga salat ied di masjid terdekat bersama teman-teman daerah Minang lainnya yang tidak pulang,” ucap Mesy.
Tidak hanya berfokus meraih pengembangan diri yang efektif, Mesy juga tidak lupa untuk mengisi liburannya dengan hal-hal yang santai dan menyenangkan. Salah satunya berlibur bersama teman-teman seperantauan lainnya.
Artikel lain
Tips Cegah Highway Hypnosis dan Microsleep: Atasi Kantuk dan Bosan
Wajib, Pengecekan 8 Komponen Mobil Sebelum Perjalanan Jauh
Hingga H-1, Penumpang Angkutan Umum Mencapai Lebih 6,4 Juta Orang
Biasanya ia akan hangout dan having fun bersama diri sendiri atau bersama teman, seperti jalan-jalan dan berkunjung ke tempat-tempat wisata. Ia juga suka membuat kerajinan seperti mendekor kamar kos, membuat hal-hal menarik dan lucu di waktu liburan yang lumayan panjang. Cara tersebut juga dapat membentuk karakter mandiri.
Mengingat saat hari biasa perkuliahan, mahasiswa akan sibuk dengan tugas dan hal-hal lainnya. Sehingga kerap bagi mahasiswa sulit mendapatkan waktu untuk bersantai dan menyenangkan diri sendiri.
“Hari kedua dan ketiga saya mengisi liburan dengan menenangkan diri dari semua tugas dan beban magang. Jika sudah selesai, saya akan memulai membuat laporan akhir magang dan menyelesaikan semua jenis tugas kuliah lainnya,” papar Mesy.
Meski berada di kos, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) itu juga tetap dapat menjalin silaturahmi bersama keluarga melalui media online.
Artikel lain
Sejarah Angpau Lebaran dari Tradisi Kaisar hingga Tren Uang Baru
Empat Kebiasaan Perayaan Idulfitri yang Mendatangkan Pahala dan Dosa
Haedar Nashir: Umat Islam Butuh Kalender Global agar Idulfitri dan Iduladha Satu
“Saya berharap Lebaran tahun ini membuat seluruh anak rantau di Unair menjadi orang yang lebih taat kepada Allah. Semakin rajin ibadah dan lapang dada menerima semua takdir Allah. Dan, semoga tahun depan kami memiliki rezeki lebih agar bisa pulang kampung saat Lebaran,” harap Mesy. (Rep-04)
Sumber: Universitas Airlangga






