Turunkan Kurva Covid 19, Bupati Karo Minta Masyarakat Lebih Disiplin Protokol Kesehatan

oleh -413 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau aktivitas warga pasar Kabanjahe. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berupaya keras menurunkan kurva virus corona atau Covid-19. Kabupaten Karo hingga kini masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Data terkini, sudah terkonfirmasi 27 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karo.

Guna menurunkan kurva Covid-19, Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta masyarakat lebih meningkatkan disiplin protokol kesehatan, dan waspada.

Terkelin menegaskan, Pemkab Karo bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 sedang fokus menurunkan kurva Covid-19 dengan penegakan disiplin oleh Satgas Penegakan Disiplin (Gakplin) untuk membiasakan masyarakat disiplin dengan protokol kesehatan.

“Sehingga nantinya masyarakat terbiasa dengan protokol Covid-19 menuju new normal atau kenormalan baru,” ujar Terkelin.

Hal itu diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Asisten Administrasi Setdakab Karo  Mulianta Tarigan, Ketua Plh GTPP Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina Meliala, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Abel Tarwai Tarigan, Senin  13 Juli 2020, di Media Center GTPP Covid-19 Kabupaten Karo, Jalan Kapten Selamat Ketaren, Kabanjahe.

Baca Berita: 

DPRD-Pemkab Karo Gelar Rapat Paripurna Rancangan Peraturan Daerah

Merek Kecantikan Lancôme Hadir di Store Lazada

“Kita akan diperhadapkan pada cara hidup baru setelah masa pandemi 3 bulan terakhir ini. Di mana seluruh aktivitas kita akan kembali normal, namun semua itu harus berpedoman pada protokol kesehatan.  Jika kita tidak disiplin dalam menjalankannya maka usaha yang kita perjuangkan selama ini akan sia-sia saja,” ungkap Terkelin Brahmana yang juga Ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Karo.

“Situasi dalam kurun waktu 3 bulan lebih, telah mengajarkan kepada kita agar tidak lagi memandang remeh keberadaan virus corona. Mari kita bergandengan tangan untuk bekerjasama menjauhkan virus corona dari daerah kita,” kata Terkelin.

Bupati meminta agar masyarakat senantiasa menaati anjuran dan imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona, dengan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta selalu jaga jarak dan hindari kerumunan.

Data Covid-19 di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, per 14 Juli 2020. [Sumber covid19.karokab.go.id]
 “Adaptasi baru atau cara hidup baru harus kita jalani dengan kedisiplinan menjalankan protokol Covid-19,” katanya.

Bupati mengingatkan, wabah Covid-19 tidak hanya telah menimbulkan dampak pada masalah kesehatan masyarakat saja. Lebih dari itu, juga telah menimbulkan dampak pada aspek ekonomi dan sosial.

“Untuk itu, saya sangat berterima kasih pada pihak-pihak dan lembaga yang terketuk hatinya untuk bersama-sama pemerintah ikut menangani dampak Covid-19,” tuturnya.

Disebutkannya, Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan merupakan salah satu upaya mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran wabah Covod-19.

“Dengan demikian, kedisiplinan masyarakat akan menjadi kunci bagi kesiapan kita menghadapi kebiasaan normal baru,” ujar Bupati Karo.

Menyoal new normal atau adaptasi baru, Terkelin menyatakan terus memberikan pemahaman keapda masyarakat.

“Kita terus memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terkait kesiapan adaptasi baru untuk melakukan disiplin Protokol Covid-19,” pungkas Terkelin.

Sementara Ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu dan Kadis Kesehatan Irna Safrina Meliala, mengklaim telah semaksimal mungkin berupaya menekan penyebaran covid-19.

Namun, rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan penularan virus corona di Kabupaten Karo terus meningkat.

“Cepat tidaknya penurunan grafik Covid, tergantung kesadaran dan kedisiplinan kita. Upaya pencegahan sebenarnya telah maksimal kita (GTPP) lakukan.  Tetapi memang kesadaran masyarakat masih kurang sehingga harus ditingkatkan, karena kunci dari penanganan covid-19 ini ada di masyarakat,” katan Irna. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *