Uang THR Guru Ini Ditahan Kepsek

oleh -2.331 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COM – Victotiana br Saragih, seorang guru di Sekolah Dasar Negeri 040444 yang berada di Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengaku uang Tunjangan Hari Raya (THR) miliknya ditahan oleh Kepala Sekolah (Kepsek), YA.

Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Kabanjahe menyalurkan uang THR secara tunai melalui kepala sekolah di tempat Victotiana mengajar. Hal ini dinilai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Eddi Surianta Surbakti, merupakan tindak pelanggaran.

Victotiana mengaku nominal THR yang mestinya ia terima berjumlah Rp3 juta. Namun, uang THR itu hingga kini tak kunjung ia terima. Sementara, sebut Victotiana, rekan gurunya yang lain telah menerima THR pada tanggal 29 Mei 2019 lalu.

Victotiana mengungkapkan, telah menanyakan prihal THR miliknya langsung kepada kepala sekolah.

“Saat saya bertanya kepada Kepsek, kalau saya memiliki utang kepada Kepsek. Utang apa rupanya. Saya tidak punya utang sama sekali. Uang THR itukan uang dari negara, yang diserahkan pemerintah sebagai THR untuk para guru, kenapa mesti ditahan,” ungkap Victotiana kepada wartawan, Kamis 13 Juni 2019.

Baca Berita:

Bupati Karo Buka Lomba Senam Lansia Tingkat Kabupaten

Pembangunan Dua Jalan Medan-Berastagi Masuk APBN 2020

Victotiana menyatakan keberatan atas tindakan kepala sekolah di tempatnya mengajar, dan mempertanyakan penyaluran THR yang dilakukan Korwil Dinas Pendidikan melalui kepala sekolah.

“Saya sangat kecewa atas tindakan yang dibuat kepala sekolah itu. Apa haknya menahan uang tersebut, dan uang itu bukan uangnya. Uang itu seharusnya diberikan kepada saya, dan guru lainnya melalui rekening masing-masing Bank Sumut. Namun, Korwil (Koorinator Wilayah) Dinas Pendidikan Kecamatan Kabanjahe, Mardiani br Purba menyerahkan uang tersebut secara langsung kepada kepala sekolah,” kata Victotiana.

Penyaluran secara tunai uang THR melalui kepala sekolah di tempat Victotiana mengajar, diakui Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Kabanjahe, Mardiani br Purba.

“Saya melakukan hal itu, karena sebagian guru mendesak untuk mengejar Lebaran bagi guru yang merayakannya. Kalau tahu saya begini jadinya, enggak mungkin saya serahkan. Karena saya tidak tahu apa masalah mereka. Saya sudah berupaya memasukkan uang tersebut ke rekening, tetapi pihak Bank Sumut tidak menjamin uang tersebut cepat cair, dan berita penyerahan uang tersebut sudah ditandatangani oleh ibu Yetty Aryani, selaku  Kepala SD tersebut,” kata Mardiani.

Kepala Dinas Pendidikan Karo, Eddi Surianta Surbakti menyatakan akan menelusuri persoalan ini. Eddi menegaskan, penyaluran uang THR harus melalui rekening masing-masing penerima.

“Jika diserahkan langsung oleh Korwil, itu merupakan salah satu pelanggaran.  Tidak bisa diberikan secara langsung kepada kepala sekolah itu, dan masalah ini nanti saya akan telusuri,” pungkas Eddi. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *